Pelaksanaan dan partisipasi masyarakat dalam program jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat :: Penelitian di Kecamatan Ponjong dan Paliyan
SUTOMO, Prof.Dr. Mudiyono
2004 | Tesis | S2 SosiologiSalah satu strategi pembangunan kesehatan adalah melalui pelaksanaan program jaminan pemeliharaan kesehatan bagi masyarakat (JPKM). JPKM merupakan suatu cara atau upaya dalam meningkatkan kesehatan masyarakat dengan sistem pembiayaannya dilakukan melalui pembayaran iuran/premi dimuka berlandaskan usaha bersama dan kekeluargaan sebagai wujud partisipasi masyarakat terhadap pelaksanaan program JPKM. Dalam perkembangan pelaksanaannya timbul permasalahan yaitu mengapa partisipasi masyarakat dalam pelaksnaan program JPKM mengalami penurunan. Untuk menjawab masalah ini, dilakukan penelitian dengan tujuan untuk (1) mengetahui pelaksanaan program JPKM (2) memahami perkembangan pelaksanaan program JPKM (3) mengetahui kendala-kendala yang timbul dalam pelaksanaan JPKM. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas yang masih aktif dikunjungi pasien peserta JPKM dan Puskesmas yang sudah tidak aktif dikunjungi pasien peserta JPKM yaitu Puskesmas Ponjong dan Puskesmas Paliyan dengan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan dengan pendekatan kualitatif. Adapun informan dalam penelitian ini adalah informan kunci yang terlibat langsung dalam pelaksanaan program JPKM. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, pengamatan dan wawancara mendalam. Teknik analisa data dilakukan dengan mereduksi data dengan membuat abstraksi. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa (1) peserta JPKM belum memahami arti pentingnya pelayanan kesehatan dengan sistem asuransi, sehingga mereka tidak rela mencadangkan sebagian penghasilannya untuk keperluan kesehatan (2) belum ada dukungan dan kepedulian Pemerintah Eksekutif dan Legislatif terhadap keberadaan lembaga JPKM sehingga JPKM berjalan tanpa ada mitra kerja yang mendukungnya (3) menaikkan premi sebesar Rp. 4.000,- ( paket A) dan Rp. 8.000,- (paket B) menjadi kendala bagi peningkatan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan program JPKM (4) kemauan dan minat Pemberi Pelayanan Kesehatan cukup tinggi dalam membantu melayani peserta JPKM dalam meningkatkan derajat kesehatannya (5) Solidaritas sosial dalam pembiayaan kesehatan belum terbangun sepenuhnya. Bertitik tolak dari temuan hasil penelitian ini ditawarkan beberapa langkah strategi dalam menggairahkan program JPKM yaitu (1) mensosialisasikan kepada Pemerintah Eksekutif dan Legislatif untuk meyakinkan bahwa program JPKM perlu mendapatkan dukungan dana dan dasar hukum yang mewajibkan penduduk yang mampu memberikan sebagian penghasilan mereka bagi premi JPKM (2) Sosialisasi yang intensif akan arti pentingnya suatu sistem pembiayaan kesehatan yang dapat menjamin semua penduduk untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadahi (3) mengembangkan sumberdaya manusia untuk menjamin tersedianya tenaga yang berkualitas tinggi.
One of health development is through the perfomence of the program of health maintenance guarantee for people (JPKM). JPKM is one way to increase peoples’s health with financing system which is done through premium payment in advance based on joint venture and relationship as people’s participation in this program. In its development, one problem appears, why people’s participation in this program decreases. To solve this matter, a research has been done in order to (1) know the perfomance of JPKM, (2) understand the development of the performance of JPKM, (3) Know the costraints that appear in the performance of JPKM. This research was done in both the Public Health Center which the JPKM participant patients still come there and the other which the JPKM participant patient do not come anymore, that are Ponjong Public Health Center an Paliyan Public health center using descriptive method and qualitative approach. The informan in this research was got from the key informan which was directly involved in the performance of JPKM. Data collection was done through documentation, learning, observation, and intimate interview. Data analizing technique was done by reducing data by making abstraction. From the result of observation, it can be concluted that (1) the paticipants of JPKM have not understood what is the importance of health service with insurance system, so they do not want to save some money from they payment for health needs. (2) There is no support and interest from executive and legislative government for JPKM organizations so JPKM goes on wich no back up. (3) raising premium to Rp. 4.000,- (package A) and Rp. 8.000,- ( package B) becomes a trouble to increase people’s participation in the performance of JPKM. (4) That will and interest of health service are quite high to serve JPKM’s participants to increase their health level (5) Social solidarity in health payment have not entirely built yet. The results of this research offer some strategy to build JPKM program, which are (1) convice to executive and legislative government that this program needs financial support and base law that obligate people who have salary surplus to pay JPKM premium (2) an intensive socialzation could give some explanation of the importance of health payment sytem that can guarantee all people to have sufficient health service (3) improve human resource to guarantee that high skill educated human resource is available.
Kata Kunci : JPKM,Partisipasi Masyarakat