Laporkan Masalah

Pengaruh Intensitas Pruning Tanaman Penaung dan Dosis Pupuk Kandang terhadap Pertumbuhan Zingiber officinale var. amarum pada Sistem Agroforestri Acacia auriculiformis di KHDTK Playen

TSANIA INTAN RAHMASARI, Dr. Arom Figyantika, S.Hut., M.Sc.; Dr. Ir. Daryono Prehaten, S.Hut., M.Sc., IPM.

2024 | Skripsi | KEHUTANAN

Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Playen merupakan salah satu kawasan hutan yang terletak di Kabupaten Gunungkidul. Masyarakat sekitar KHDTK Playen memiliki peluang untuk mengoptimalkan lahan di bawah tegakan Acacia auriculiformis (formis) di KHDTK Playen dengan menerapkan sistem agroforestri. Akan tetapi, informasi mengenai optimalisasi lahan KHDTK menggunakan sistem agroforestri formis-jahe emprit (Zingiber officinale var. amarum) dengan metode pruning dan pupuk kandang masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas pruning terhadap pertumbuhan tegakan formis  umur tujuh tahun dan pengaruh intensitas pruning tanaman penaung dan dosis pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan produksi jahe emprit umur lima bulan di bawah tegakan formis umur tujuh tahun.

Rancangan penelitian yang digunakan adalah Randomized Complete Block Design (RCBD) dengan tiga blok sebagai ulangan. Terdapat dua sumber variasi perlakuan yaitu intensitas pruning tanaman penaung (tanpa pruning/I0, intensitas pruning 30% /I30, dan intensitas pruning 50%/I50) dan dosis pupuk kandang(tanpa pupuk/P0, pemupukan 250 gram/P250, dan pemupukan 500 gram/P500). Parameter yang diukur yaitu tinggi, diameter, diameter tajuk, dan tebal tajuk formis. Sedangkan parameter untuk jahe emprit adalahtinggi tanaman, diameter tanaman, jumlah rumpun, jumlah daun, dan pertambahan berat basah sertabiomassa rimpang.

Hasil penelitian menunjukan perlakuan pruningtidak memberikan pengaruh signifikan terhadap pertambahan tinggi formis umur tujuh tahun enam bulan setelah pruningPruning pada tanaman penaungdan aplikasi pupuk kandang memberikan pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan dan produksi jahe emprit. Intensitas pruning 50?n aplikasi pupuk kandang 500 g dapat dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan diameter, jumlah daun, dan jumlah rumpun tanaman jahe emprit. Intensitas pruning 30?n aplikasi pupuk kandang 250 g dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi berat basah rimpang jahe emprit.

The Playen Special Purpose Forest Area (KHDTK Playen) in Gunungkidul Regency offers opportunities for local communities to optimize land use under Acacia auriculiformis (formis) stands through agroforestry systems. However, information on optimizing KHDTK land using formis-emprit ginger (Zingiber officinale var. amarum) agroforestry systems with pruning and manure application is limited. This study aimed to analyze the effects of pruning intensity on seven-year-old formis stands and the impact of shade tree pruning intensity and manure dosage on the growth and production of five-month-old emprit ginger under seven-year-old formis stands.

The research employed a Randomized Complete Block Design (RCBD) with three blocks as replicates. Two treatment variables were examined: shade tree pruning intensity (no pruning/I0, 30% pruning intensity/I30, and 50% pruning intensity/I50) and manure dosage (no manure/P0, 250 grams/P250, and 500 grams/P500). Parameters measured for formis included height, diameter, canopy diameter, and canopy thickness. For ginger, plant height, plant diameter, number of clumps, number of leaves, and increases in fresh weight and rhizome biomass were assessed.

The research findings indicate that pruning treatment did not significantly affect the height increase of seven-year-old Formis trees six months after pruning. Pruning of shade trees and application of manure significantly influenced the growth and production of emprit ginger. A pruning intensity of 50% combined with 500 g manure application can be implemented to enhance the diameter growth, leaf count, and clump number of emprit ginger plants. To increase the fresh weight production of emprit ginger rhizomes, a pruning intensity of 30% along with 250 g manure application can be employed.

Kata Kunci : Acacia auriculiformis, Zingiber officinale var. amarum, pruning, pupuk kandang, intensitas cahaya, dan agroforestri.

  1. S1-2024-455372-abstract.pdf  
  2. S1-2024-455372-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-455372-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-455372-title.pdf