Temperature Effect on Feeding Behaviour, Gonadal Development, and Intestine of Yellow Rasbora (Rasbora lateristriata)
faisal saeed, Dr. Slamet Widiyanto, S.Si., M.Sc.
2024 | Tesis | S2 Biologi
Perubahan iklim diperkirakan akan meningkatkan suhu rata-rata air dan selanjutnya mempengaruhi ekologi dan fisiologi berbagai organisme akuatik, termasuk spesies ikan. Diantaranya, Rasbora lateristriata, yang biasa dikenal dengan rasbora kuning, memiliki nilai kuliner dan gizi yang penting bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang sungai di Indonesia. Spesies ini, endemik Indonesia dan sebagian besar ditemukan di aliran air tawar dan sungai di Pulau Jawa, biasanya ditemukan di kelompok sungai kecil dengan suhu air berkisar antara 22-24°C dan tingkat pH antara 6,0 dan 6,5. Karena popularitasnya, khususnya sebagai Sebagai kuliner yang lezat, rasbora kuning mengalami eksploitasi besar-besaran di alam liar, didorong oleh tingginya permintaan pasar. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa paparan suhu yang meningkat dapat mengubah perilaku ikan, mempengaruhi preferensi makan, dan mempengaruhi keberhasilan reproduksi, yang terkadang menyebabkan kegagalan reproduksi pada kondisi suhu yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak peningkatan suhu air terhadap perilaku makan, sistem pencernaan dan reproduksi rasbora kuning, dalam konteks pemanasan global. Perlakuan pada penelitian ini terdiri dari perlakuan kontrol Suhu 27°C, perlakuan suhu 30°C dan perlakuan suhu 33°C. Penelitian ini menggunakan beberapa metode antara lain pembiakan ikan rasbora kuning, pemeliharaan larva, masa perlakuan selama satu bulan, pengukuran kualitas air, observasi perilaku makan, kuantifikasi sel goblet, penilaian perkembangan gonad, preparasi histologis, dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan suhu air berdampak buruk terhadap perilaku makan, jumlah sel goblet, dan sitoplasma gonad rasbora kuning.
Climate change is anticipated to increase average water temperatures and subsequently influence the ecology and physiology of numerous aquatic organisms, including fish species. Among these, Rasbora lateristriata, commonly known as yellow rasbora, holds significant culinary and nutritional value for communities residing along rivers in Indonesia. This species, endemic to Indonesia and predominantly found in the freshwater streams and rivers of Java, is typically observed in small river groups with water temperatures ranging from 22-24°C and pH levels between 6.0 and 6.5.Due to its popularity, particularly as a culinary delicacy, yellow rasbora is experiencing extensive exploitation in the wild, driven by high market demand. Prior research has indicated that exposure to increased temperatures can alter fish behaviour, affect feeding preferences, and impact reproductive success, occasionally leading to reproductive failures under higher thermal conditions. This study aims to evaluate the impacts of elevated water temperatures on the feeding behaviour, digestive and reproductive systems, of yellow rasbora, in the context of global warming. The treatments in this study consisted of control treatment Temperature 27°C, temperature treatment 30°C and temperature treatment 33°C. The study utilized several methods including yellow rasbora fish breeding, larvae rearing, a one-month treatment period, water quality measurements, feeding behavior observations, quantification of goblet cells, assessment of gonad development, histological preparations, and data analysis. The results indicate that elevated water temperatures adversely affect the feeding behavior, goblet cell count, and Gonadal cytoplasm of yellow rasbora.
Kata Kunci : Temperature, Feeding Behaviour, Intestine, Gonadal Development, Yellow Rasbora.