Perbedaan profil kepribadian pada mahasiswa pelaku dan bukan pelaku plagiat
HARTOSUJONO, Prof.Dr. Johana E. Prawitasari
2004 | Tesis | S2 PsikologiPerilaku plagiat merupakan bagian dari ketidakjujuran akademis. Hal itu muncul karena tiga faktor yaitu adanya dukungan teknologi, penjaga ujian yang lengah, dan penyimpangan kepribadian. Faktor terakhir merupakan ubahan tergantung. Dua jenis tugas yang diberikan kepada 76 mahasiswa peserta pelajaran psikologi sosial yaitu tugas mingguan dan ujian yang dikerjakan di rumah. Mereka harus mengisi dua skala yaitu Skala Kepribadian Universitas Gadjah Mada dan Skala LOC IPC dari Levenson. Dibandingkan dengan 63 mahasiswa yang jujur, ternyata 13 mahasiswa yang plagiat itu tidak mengalami penyimpangan kepribadian (F kecemasan = 0,827 p>0,05; F ketergantungan = 0,989 p>0,05; F obsesif-kompulsif = 0,108 p>0,05; F psikopat = 1,028 p>0,05). Mereka juga cenderung mempunyai orientasi eksternal.
Plagiarism is a kind of dishonesty behavior which taking and using another's writing as one's own. The three basic factors underlying the plagiarism are technology supporting, lacking power of the exam official in charge, and personality deviation. The last factor is the dependent variable. Two type of task are weekly tasks and take home exams. Seventy-six students who attend the social psychology class have completed two scales, i.e. the Gadjah Mada University Personality Scale and the LOC IPC Levenson Scale. Comparing with 63 honest students, 13 plagiarized students do not significantly have four tendencies in their personality (F anxiety = .827 p>.05; F dependecy = .989 p>.05; F obsessive-compulsive = .108 p>.05; F psychopath = 1.028 p>.05). They also tend to be external orientation.
Kata Kunci : Kepribadian,Perilaku Plagiat, plagiarism, personality deviation, inexplicit rules