Penguasaan perbendaharaan kata anak usia Taman Kanak-kanak ditinjau dari inteligensi dan aktivitas menonton televisi
BAWONO, Yudho, Dr. Endang Ekowarni
2004 | Tesis | S2 PsikologiAnak usia taman kanak-kanak termasuk anak prasekolah (Patmonodewo, 2000). Pada masa ini, kemampuan yang terbentuk dan berkembang dengan pesat yaitu perkembangan fisik dan kemampuan berbahasa (Rachmadi, 2002). Menurut Papalia & Olds (1986) dengan bahasa yang digunakan tersebut, anak prasekolah dapat berkomunikasi dengan teman-temannya atau orang-orang dewasa di sekitarnya. Bahasa juga membantu anak prasekolah untuk meminta dan meraih apa yang diinginkan, mampu menjaga diri serta melatih kontrol diri. Salah satu kemampuan berbahasa anak prasekolah itu sendiri dapat dilihat dari perbendaharaan ka ta yang dimilikinya (Stanford-Binet dalam Gregory, 1996). Adapun dua faktor diantara banyak faktor yang dianggap dapat meningkatkan penguasaan perbendaharaan kata pada anak yaitu inteligensi (Hurlock, 1972) dan aktivitas menonton televisi (Bee, 1981; Rice dkk., 1990). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara inteligensi dan aktivitas menonton televisi dengan penguasaan perbendaharaan kata pada anak usia taman kanak-kanak. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yaitu ada hubungan positif antara inteligensi dan aktivitas menonton televisi dengan penguasaan perbendaharaan kata pada anak usia taman kanak-kanak. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini antara lain yaitu Peabody Picture Vocabulary Test bentuk A dari Lloyd M. Dunn yang telah diadaptasi oleh Hamboro (1995), Coloured Progressive Matrices dari J. C. Raven, dan Catatan Harian Aktivitas Anak Menonton Televisi. Subjek penelitian ini adalah anak-anak usia taman kanak-kanak yang berusia lima sampai enam tahun, berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, tidak cacat fisik dan mental, bahasa yang digunakan di rumah dan di sekolah adalah bahasa Jawa dan bahasa Indonesia, serta kurikulum di sekolah yaitu kurikulum tahun 1994. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling. Adapun jumlah keseluruhan subjek penelitian adalah 40 anak yang diambil dari TK Mutiara Persada Yogyakarta dan TK Negeri 2 Yogyakarta. Hasil analisis regresi menunjukkan F hitung sebesar 0,311 (p = 0,735) dan R = (R=0,129; R2=0,017). Hal ini menunjukkan bahwa inteligensi dan aktivitas menonton televisi kurang berperan sebagai prediktor pada penguasaan perbendaharaan kata anak usia taman kanak-kanak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini tidak diterima (ditolak).
Kindergarten-age-children consist of preschool-age-children (Patmonodewo, 2000). Today, the physic development and language capability developing and forming rapidly (Rachmadi, 2002). According Papalia & Olds (1986) the preschool-age-children have communicating with their friends and the adult by the language capability. The language help the preschool-age-children for ask and gain their desire, be able to take care, and controlling themselves. The acquisition vocabulary indicating the language capability of preschool-age-children (Stanford-Binet in Gregory, 1996). Two factor among many factor assumed be increasing the vocabulary acquisition including intelligence (Hurlock, 1972) and reviewing on television activity (Bee, 1981; Rice et al., 1990). This study have aim to know the relationship intelligence and reviewing on television activity with vocabulary acquisition of kindergarten-age-children. This study used the Peabody Picture Vocabulary Test form A by Lloyd M. Dunn and adapted by Hamboro (1995), Coloured Progressive Matrices by J. C. Raven and Review on television of Children Diary. The subjective of this study were the kindergarten-age-children which five to six years old, boys and girls, have the normal physically and mentally, using Javanese and Indonesian language at their school and their home, and using the curriculum made in 1994. Sampling technique that was purposive sampling. The amount of subject were 40 children from TK Mutiara Persada Yogyakarta and TK Negeri 2 Yogyakarta. The result of regression analysis showed that F value = 0,311 (p = 0,735) and R = (R=0,129; R2=0,017). This meant that intelligence and reviewing on television activity was not predictors toward vocabulary acquisition of kindergarten-age-children. The conclusion of this study that the hypothesis was refused.
Kata Kunci : Intelegensi Anak,Perbendaharaan Kata,Televisi, vocabulary acquisition, kindergarten-age-children, intelligence, review on television activity