Persepsi terhadap kinerja Pemda pada era Otonomi Daerah ditinjau dari nilai-nilai budaya organisasi, restrukturisasi dan sikap terhadap Otonomi Daerah di Propinsi Riau
FADHALLAH, R.A, Prof.Dr. Asip F. Hadipranata
2004 | Tesis | S2 PsikologiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara nilai-nilai budaya organisasi, restrukturisasi dan sikap terhadap otonomi daerah dengan kinerja Pemda pada era otonomi daerah di Propinsi Riau. Penelitian ini mengunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Subjek penelitian terdiri dari 140 aparatur Pemda. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan skala nilai-nilai budaya organisasi, skala resturkturisasi, skala sikap terhadap otonomi daerah, dan skala kinerja Pemda pada era otonomi daerah. Berdasarkan analisis regresi, ditemukan: 1) nilai-nilai budaya organisasi, restrukturisasi, dan sikap terhadap otonomi daerah secara bersama-sama berkorelasi positif dengan kinerja Pemda pada era otonomi daerah, diketahui dari R = 0.456 dan p = 0.000. 2) korelasi positif antara nilai-nilai budaya organisasi dengan kinerja Pemda pada era otonomi daerah, diketahui dari r-par = 0.172 dan p = 0.041. 3) tidak ada korelasi positif antara restrukturisasi dengan kinerja Pemda pada era otonomi daerah, diketahui dari r-par = 0.110 dan p = 0.194. 4) korelasi positif antara sikap terhadap otonomi daerah dengan kinerja Pemda pada era otonomi daerah, diketahui dari r-par = 0.312 dan p = 0.000. Nilai-nilai budaya organisasi dan sikap terhadap otonomi daerah merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja pemda pada era otonomi daerah. Semakin kuat nilai-nilai budaya organisasi dan semakin positif sikap terhadap oronomi daerah maka semakin baik kinerja Pemda pada era otonomi daerah. Sedangkan restrukturisasi bukan merupakan faktor yang dapat mempengaruhi kinerja Pemda pada era otonomi daerah.
This research was conducted to investigate the relationship between organizational culture values, restructurization and attitude to performance on territorial administrative at territorial autonomy era of Riau. This research used purpossive sampling method. The subjects were 140 territorial administrative employees. The data were collected by using organizational culture scales, restructurization scales, attitude scales on territorial autonomy, and performance scales of territorial administrative on territorial autonomy era. Based on regression analysis, found that 1) Organizational culture value restructurization, and attitude on territorial autonomy together positively corelated by territorial administrative performance on territorial autonomy era , R=0.456 and P=0.000. 2) A positive corelation between organizational culture value with territorial administrative performance on territorial autonomy era, p=0.041. 3) There was no positive corelation between restructurization and territorial administrative performance on territorial autonomy era, r-par=0.110 and p=0.194. 4) a positive corelation between attitudes on territorial autonomy with territorial administrative performance, r-par = 0.312 and p=0.000. The organizational culture value and attitude on territorial autonomy were factors that influenced territorial administrative performance on territorial autonomy era. The higher organizational culture values and the more positive attitude on territorial autonomy, The better territorial administrative performance on territorial autonomy however restructurization was not a factor that influenced territorial administrative performance on territorial autonomy era.
Kata Kunci : Persepsi,Kinerja Pemda,Budaya Organisasi