Laporkan Masalah

Rekrutmen pejabat publik dan faktor-faktor yang mempengaruhinya :: Studi kasus Rekrutmen Camat Luwuk Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah

SAHIDO, Rustandi, Abdul Gaffar Karim, MA

2004 | Tesis | S2 Politik

Otonomi daerah merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditawar lagi bagi terselenggaranya pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan yang efektif dan efesien dalam sebuah Negara yang tergolong luas wilayahnya seperti Indonesia. Salah satu kunci keberhasilan pelaksanaan otonomi daerah ditentukan oleh profesionalitas aparatur dalam menjalankan pemerintahan, pembangunan dan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakatnya. Oleh karena itu rekrutmen penyelenggara pemerintahan menjadi pintu utama dalam mendukung terselenggaranya otonomi daerah. Berawal dari hal tersebut diatas penelitian ini akan menggambarkan sebuah proses yang terjadi dalam pelaksanaan rekrutmen untuk mengisi jabatan struktural Camat beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya dengan mengambil Lokasi penelitian di Kecamatan Luwuk Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah dan menggunakan metode deskriptif dengan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rekrutmen Camat Luwuk Kabupaten Banggai bersifat tertutup dimana kesempatan untuk menduduki jabatan tersebut hanya diperuntukkan bagi mereka yang dekat dengan pengambil kebijakan di Kabupaten yaitu Bupati. Faktor administrasi berupa pengalaman jabatan juga merupakan salah satu syarat yang perlu untuk dijadikan dasar dalam merekrut seorang Camat. pengalaman jabatan dimaksud yang berkaitan dengan jabatan yang ada di wilayah seperti Lurah, Kasi pemerintahan dan Sekretaris Camat. Dari apa yang telah dijelaskan diatas menunjukkan bahwa faktor administrative, sistem patonage (koncoisme) dan ekonomi adalah 3 (tiga) faktor yang turut mempengaruhi dalam rekrutmen Camat pada umumnya dan Camat Luwuk pada khususnya. Namun demikian faktor sistem patronage (koncoisme) merupakan faktor yang paling dominan dalam pelaksanaan rekrutmen pejabat struktural khususnya Camat di Kabupaten Banggai.

Regional autonomy represent requirement which can not be bargained again to well-held of development execution and effective governance and effesien in a State which wide of its region like Indonesia. One of the autonomous efficacy key of area very determined by its profesionality in running governance, development and also give service to its society. Therefore recruitment become main gate in supporting well-held of regional autonomy. From mentioned above this research will descript a process that happened in recruitment execution to fill structural position of chief along with factors influencing it with Location of research at District of Middle Luwuk sub-regency of Banggai regency Province of Sulawesi and use descriptive method with analysis qualitative. The research shows that recruitments a chief of Luwuk sub-regency in Banggai regency have a closed of character where opportunity to occupy the position only destined for the man who have special relation with policy taker at regency storey; level that is Regent. Factor Administration in the form of experience of position also represent one of the condition which need to be made base in recruiting a chief. Experience of position which related to position exist in region like Chief of village, head of division in governance and Secretary of chief. From what have been explained above indicating that administrative factor, economic and political in three factor which is influence to take the chief recruitment in general and the chief of Luwuk regency as specially. But that way political factor represent most dominant factor in structural functionary recruitment execution specially chief in Banggai regency.

Kata Kunci : Pemda TkII,Rekrutmen Camat, The Recruitment, Chief of regency, and The factors which are influence


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.