Laporkan Masalah

Menyoal Hak Maternitas Pengemudi Ojek Daring di Bekasi Timur

SIFRA PRILIDEO ABIGAIL, Prof. Dr. Janianton Damanik, M.Si.

2024 | Skripsi | ILMU SOSIATRI

Pekerja memiliki hak yang dilindungi oleh undang-undang dan salah satunya adalah hak untuk berserikat. Perempuan juga merupakan bagian dari pekerja dan memiliki kebutuhan maternitas. Akan tetapi, konsep kemitraan yang diusung oleh perusahaan layanan transportasi daring terhadap para pengemudinya melemahkan posisi mereka dalam pemenuhan hak termasuk hak maternitas pekerja perempuan. Kehadiran serikat bagi para pengemudi ojek daring menjadi alat perjuangan hak pekerja. Dengan mengajukan pertanyaan bagaimanakah serikat pekerja berupaya melindungi hak maternitas pengemudi ojek daring, penelitian ini bertujuan untuk melihat upaya-upaya perlindungan hak maternitas pengemudi ojek daring oleh serikat pekerja. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan strategi studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dianalisis melalui tiga aktivitas, yakni reduksi data, sajian data, dan verifikasi/penarikan kesimpulan. Ditemukan bahwa hak maternitas pengemudi ojek daring belum diupayakan oleh serikat pekerja maupun pengemudi perempuan itu sendiri oleh karena beberapa alasan. Dalam jangka waktu yang panjang hal itu akan menimbulkan efek negatif terhadap kesehatan dan pendidikan calon tenaga kerja di masa depan. Oleh sebab itu, hak maternitas pekerja informal seperti perempuan yang bekerja menjadi pengemudi di aplikasi transportasi digital ini perlu diperhatikan secara bertanggung jawab

Labor rights are protected by law; one of them is the right to organize a union. Women are also part of the workforce and have maternity needs that should be well protected. However, the partnership concept promoted by online ride-hailing platforms towards its drivers weakens their position in fulfilling rights, including the maternity rights of female workers. The presence of a union for online motorcycle taxi drivers has become a tool for fighting for workers' rights. By asking the question of how labor unions try to protect the maternity rights of online motorcycle taxi drivers, this research aims to look at the maternity rights of online motorcycle taxi drivers protection efforts by labor unions. The qualitative method is used with a case study strategy. Data was collected through interviews, observation, and documentation which was analyzed through three activities, namely data reduction, data presentation, and verification/drawing conclusions. It was found that the maternity rights of online motorcycle taxi drivers have not been protected by labor unions or female drivers themselves for several reasons. In the long term, this will harm the health and education of prospective workers in the future. Therefore, the maternity rights of informal workers such as women who work as drivers in digital transportation applications need to be considered responsibly.

Kata Kunci : Hak Maternitas, Perempuan, Pengabaian, Ojek Daring

  1. S1-2024-459859-abstract.pdf  
  2. S1-2024-459859-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-459859-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-459859-title.pdf