Kesiapan pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara dalam melaksanakan e-Government
ICHWAN, Muhammad, Dr. Pratikno, M.Soc.Sc
2004 | Tesis | S2 PolitikKeberadaan e-Government berawal dari keterbatasan sistem pelayanan konvensional dengan keterbatasan ruang lingkup, waktu dan personil. Di sisi lain masyarakat membutuhkan kinerja birokrasi yang cepat, murah dan berorientasi pada proses, agar dapat memberikan dukungan yang signifikan dan kompetitif. Untuk mempermudah mewujudkan hal tersebut dibutuhkan teknologi, teknologi yang cocok untuk diterapkan adalah teknologi informasi dan komunikasi yang berbasis internet yang dikenal dengan istilah e-Government. E-Government merupakan upaya menyatukan sumber daya yang ada sehingga bisa menyelenggarakan Good Governance secara transparan, efektif dan efisien. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriftif dengan pendekatan kualitatif, untuk pengukuran yang cermat terhadap fenomena sosial tertentu. Mengacu pada landasan teori yang ada, syarat pengembangan e-Government yang perlu disiapkan adalah kepemimpinan dan pemikiran yang strategis, infrastruktur teknis yang terdiri dari : infrastruktur legal/hukum, infrastruktur institusional/kelembagaan, infrastruktur sumber daya manusia, infrastruktur sistem data dan infrastruktur teknologi serta value. Analisa data dilakukan dengan cara menginterpretasikan data, fakta dan informasi yang telah dikumpulkan melalui pemahaman intelektual dan empiris. Hasil penelitian mendapatkan bahwa kesiapan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara dalam melaksanakan e-Government dengan kesiapan berbagai infrastruktur teknis belum siap. Para pimpinan dinas/instansi telah mempunyai kesamaan visi, misi tentang konsep e-Government, namun belum ada peraturan daerah dan lembaga khusus yang menangani e-Government. Sumber daya manusia untuk tahap awal telah dipersiapkan dengan mengadakan pendidikan dan latihan kerjasama dengan BPPT, demikian juga dengan infrastruktur teknologi, namun dalam penyiapan data elektronik belum terpenuhi. Tingkat pendidikan dan pengetahuan masyarakat masih sangat rendah sehingga sosialisasi e-Government secara merata, kontinyu, konsisten dan menyeluruh kepada para birokrat khususnya dan masyarakat umumnya perlu menjadi perhatian serius sehingga penerapan e-Government dapat terlaksana dengan baik. Karena e-Government menjadi salah satu jawaban dalam penciptaan Good Governance, yaitu penggunaan teknologi informasi dan informasi berbasis internet dalam pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan guna peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan publik. Disarankan agar Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara untuk lebih mempersiapkan diri bukan persiapan dari pihak pemerintah saja, akan tetapi juga mempersiapkan masyarakat. Sosialisai dan persiapan sumber daya manusia serta finansial perlu mendapatkan perhatian khusus karena merupakan salah satu kunci dalam menentukan sukses tidaknya penerapan e-Government. Pemerintah harus teliti dalam memilih prioritas aplikasi e-Government apa saja yang harus didahulukan pembangunannya agar benar-benar memberikan manfaat yang secara signifikan dirasakan oleh masyarakatnya.
The existence of e-Government begin from the limited of service conventional system with its space, times and personnel. In another side, citizen need bureaucracy performance that quick, cheap and process oriented, in order to giving a significant support and competitive. To facilitate in create that is needed technology, a sufficient technology to implemented is technology of information and communication base on internet that called by e-Government. E-Government is efford to joint all resources to implement Good Government transparantly, effectively, and eficiently. North Bengkulu Regency is one of regency that want to implement the e-Government in giving service to citizen. The research that used is discriptive research by qualitative approach, to measure exactly to certain social phenomenon. Refer to basis of theory, prerequirement for develop e-Government that need to prepared is leadership and strategics thinking, technical infrastructure is: legal/law, institutional/board, human resources, data system, and technology and value. Data analysing done by data interpretation, information and fact that collacted by intelectual and empiric understanding. The result from research is that prepared that is done by North Bengkulu Regency Government into implement the e-Government by prepared some technical infrastructure that have not ready yet. Board/intitution leaders have equal vision, and mission about e-Government concept, but still no regencies rule and special boards that handled e-Government. Human resources for early step have been prepared by doing education and cooreration trainning with BPPT, thus with technology infrastucture too, but in preparing electronics data have not fully. Level of education and citizen knowledge is low and e-Government socialization widely, continuously, consistently and to whole bureaucrat in espsecially and citizen in commonly need to be serious attention in order to implementation e- Government can working well. Because e-Government to be the one of answer in creating Good Government, that is implementation of information technologi and technology based on internet in implementing governments jobs to increasing quality and quantity public service. It is suggested that North Bengkulu Regency Government to more in preparing in self not to preparing from government side only, but even in preparing the citizen. Socialization and preparation of human resources and financial need to be have special attention because it is one of keys in deciding success or not of e- Government inplementation. Government must careful in choosing priority of e- Government aplication anythings that must be priored for its development to giving a true benefit that significantly felt by citizen.
Kata Kunci : Pemda TkII,E,Government