Laporkan Masalah

Kemitraan usaha dalam pemberdayaan UKM (Usaha Kecil Menengah)

SIHOMBING, R. Sally Marisa, Prof.Dr. Moeljarto Tjokrowinoto

2004 | Tesis | S2 Administrasi Negara

Ulos merupakan kain penghangat yang dipakai pada upacara adat Batak dikenal dengan Adat Mangulosi. Ulos diberikan pada upacara Adat mangulosi karena ikatan kekerabatan atau kekeluargaan yang disebut dengan MARGA. Dulunya ulos oleh para leluhur Batak khususnya ibu dan gadis–gadis berupaya membuat atau menenun ulos untuk dikonsumsi sendiri. Hal tersebut berlanjut sampai sekarang khususnya para ibu atau gadis yang sudah tamat atau putus sekolah. Bagi masyarakat Batak usaha tenun ulos adalah harta karun yang perlu diolah, dikembangkan dan ditingkatkan dalam jumlah dan mutu produksinya, mengingat usaha tenun ulos yang sudah dan tumbuh , sekarang berkembang dari masa ke masa dan dari generasi kegenerasi. Petenun ulos dikenal ada 2 macam yaitu petenun ulos kecil menengah dan petenun besar. Petenun ulos kecil menengah menenun ulos dengan menggunakan alat tenun tangan, sedangkan petenun ulos besar atau kilang menenun ulos dengan menggunakan alat tenun mesin. Untuk mengetahui kemitraan yang terjalin antara pengusaha kecil menengah dan pengusaha besar serta pemerintah , alat analisis untuk mengembangkan kerangka kajian dengan menggunakan pendekatan atau pengukuran bentuk dan pola kemitraan serta pengukuran elemen– elemen proses kemitraan. Dari hasil analisis data dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dapat dikemukakan bahwa terdapat 5 pola kemitraan yang terjadi, dan pola kemitraan yang terjalin belum efektif. Hal tersebut bisa dilihat dari kemitraan yang terjalin dari pelaku mitra masih belum dapat menyelesaikan permasalahan seputar usaha mereka. Didukung juga oleh terbatasnya sumber daya manusianya dalam menjalankan kemitraan baik dari pengusaha kecil menengah dan pengusaha besar. Pemerintah Balige sebagai pembina usaha tenun ulos selama ini belum dapat menyelesaikan permasalahan usaha tenun ulos serta informasi seputar usaha dan mencari pemasaran yang memadai, akibatnya para petenun ulos tidak bisa mengembangkan usaha secara maksimal dan produksi ulos tidak tersebar secara luas keluar daerah dan dinikmati dalam kalangan sendiri. Kemitraan yang dijalankan juga tidak memenuhi elemen–elemen dalam kemitraan selayaknya organisasi secara umum. Kemitraan lebih diwarnai atas dasar hubungan mitra biasa dengan pola sederhana dan lebih bersifat kekeluargaan tidak secara hubungan bisnis. Untuk menciptakan kemitraan yang baik dalam hubungan usaha rekomendasi yang diusulkan adalah : membentuk kelompok kemitraan secara lebih luas dengan menjalankan elemen–elemen kemitraan sehingga didapat ulos yang baik berdasarkan tenun tangan dan mesin, tersedianya suatu pasar khusus untuk menjual ulos dengan beberapa variasi harga yang dapat terjangkau oleh seluruh kalangan masyarakat, penganekaragaman bentuk–bentuk barang dengan bahan dasar ulos seperti barang kerajinan/souvenir serta kebutuhan rumah tangga, mengoptimalkan tenaga –tenaga professional yang berkualitas, pendampingan manajemen terhadap pengusaha tenun (PKM dan PB), penyediaan teknologi informasi, pemberian pendidikan dan peletihan yang efektif terhadap pengusaha tenun dalam mengembangkan motif dan desain uos , serta penyediaan pemasaran yang luas terhadap pengusaha tenun baik dalam dan luar negri salah satunya rutin mengikusertakan pengusaha tenun khususnya tenun kecil menengah dalam pameran–pameran usaha.

Indonesia’s economy is falling down. New Order’s Economic policy relying on import led to national economic dependence of product and raw material from abroad. Consequently, manufacturing sector cannot run well because of expensive raw material. However, amidst economic difficulty, small and medium enterprises (SMEs) can still operate. They prove very strong and dependable in driving economic growth, because SMEs are very flexible and appropriate in responding changes. Ulos is custom woven cloth of Batak community. Ulos is usually used in Batak’s ceremonies. It is made by weaving. For Batak community, ulos weaving bussines need to be explored and improved. Therefore, partnership is important for ulos weaver. Through partnership, ulos weaver can grow to be independent business and has wide marketing channel

Kata Kunci : Pemberdayaan Masyarakat,UKM,Kemitraan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.