Religious education for freedom :: A Critical study on Thomas H. Groome's Educational Thought
ANSHORI, Ahmad Afnan, Pdt. E. Gerrit Singgih, PhD
2004 | Tesis | S2 Ilmu Perbandingan AgamaPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisa faktor-faktor penyebab "kegagalan" praktek pendidikan agama di Indonesia saat ini serta perlunya membenahi kekurangberhasilan tersebut. Salah satu alternatif pemecahan masalah kontroversi RUU Sisdiknas di atas adalah dengan menggunakan pendekatan pendidikan yang digagas dan dikembangkan oleh Thomas H. Groome. Penelitian ini bersifat kualitatif sebab merupakan penelitian kepustakaan. Sebagai penelitian literatur, data-data dikumpulkan dari sumber-sumber pustaka. Penggunaan sumber-sumber dibatasi pada karya-karya dan pemikiran Thomas H. Groome, pendidikan agama, dan karya-karya lain yang berhubungan dengan subyek penelitian. Pengumpulan data berupa karya-karya intelektual orisinil Thomas H. Groome tentang pendidikan agama merupakan sumber utama. Sedangkan data-data tertulis, termasuk keseluruhan karya Groome, data-data yang ditulis oleh penulispenulis lain tentang pemikiran Groome, pendidikan agama, dan karya-karya yang relevan terkait dengan subyek penelitian digunakan sebagai sumber sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan Thomas H Groome menawarkan pendekatan yang lebih manusiawi dalam pendidikan agama. Di sini, anak didik tidak diposisikan sebagai obyek pendidikan tetapi lebih sebagai subyek yang bebas dan bertanggungjawab. Dasar dari pendekatan ini adalah refleksi kritis dan dialog. Dialog antar subyek tidak hanya terjadi antara anak didik dan pendidik tetapi juga antar anak didik itu sendiri. Di samping itu, dialog juga terjadi antara anak didik dengan teks keagamaan dan dengan kondisi riil masyarakat. Oleh karena itu pendekatan ini bersifat multi-arah. Bercermin pada konsep pendidikan Groome, hendaknya diskursus tentang pendidikan agama tidak hanya berhenti pada kontroversi, tetapi bagaimana pendidikan agama dikembalikan pada pemahaman pendidikan yang berorientasi kemanusiaan yang memberdayakan segenap potensi yang dimilikinya dan tidak semata-mata berorientasi ketuhanan yang kurang membumi dan menyentuh persoalan-persoalan kemanusiaan global.
This research aims at identifying and analyzing the factors caused "the failure" of religious education practice in Indonesia today and the contemporary need for reforming it by offering an alternative way and means of problem solving for controversial national education bill (RUU Sisdiknas) based on Thomas H. Groom’s perspective. This is a qualitative rather than quantitative research because it is a literature research. As a literature research, the data are collected from library resources. The used resources are limited to the works and thoughts of Thomas H. Groome, religious education and other works related to the subject of this research. The data collection contains the original intellectual works on Thomas H Groome on religious education as primary sources. Written data, including the complete works of Groome, the data written by interpreters or scholars on the thought of Groome, religious education, and the relevant works related to the subject of this research are used as secondary sources. The research finding shows that Thomas H. Groome's educational concept can be used to make religious education approach more humane. Here, the student is not positioned as the object of education but as the free and responsible subject. The base of this approach is critical reflection and dialogue. The dialogue does not only emerge to the students and the teachers, but also among the students. Furthermore, the dialogue, in fact, does not only involve students and teachers, but also students, religious scripture (text) and life conditions of society (context). Therefore this approach does not use one-way system, but multi-way system. Based on Thomas H. Groome's educational concept, religious education discourse should not only stop at useless controversy but how it is returned to the understanding of education in general that is humanity oriented which empowers whole human's potency, and not merely God-oriented which does not touch global human's problems.
Kata Kunci : Pendidikan Agama,Thomas H Groome,Pembebasan, Religious Education, Thomas H. Groome, Freedom