Laporkan Masalah

Kinerja induk domba ekor tipis dan garut yang dipelihara di kandang koloni

RIZKY SETYAWAN, Ir. Panjono, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., ASEAN Eng.

2024 | Skripsi | ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja induk domba Ekor Tipis dan Garut yang dipelihara bersama-sama di kandang koloni. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sepuluh ekor induk domba Ekor Tipis dan sepuluh ekor Garut serta satu ekor pejantan. Semua domba dipelihara bersama di kandang koloni. Menjelang beranak induk dipindahkan ke kandang individu, setelah melahirkan induk dipelihara bersama cempe selama satu bulan di kandang individu. Setelah satu bulan induk dan cempe dipindahkan di kandang koloni. Pemeliharaan dilanjutkan hingga induk beranak kembali. Variabel yang diamati meliputi litter size, bobot lahir, bobot sapih, interval kelahiran, mortalitas, indeks reproduksi induk, dan indeks produktivitas induk domba. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Independent Sample T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa litter size, bobot lahir, bobot sapih, interval kelahiran, mortalitas, indeks reproduksi induk, dan indeks produktivitas induk domba Ekor Tipis dan Garut berturut-turut masing-masing adalah 1.98±0.48 dan 1.65±0.55 ekor, 2.05±0.43 dan 2.22 ±0.44 kg, 8.36±0.84 dan 8.55±1.01 kg, 253.56±33.31 dan 262.83±44.02 hari, 7.38±2.84 dan 4.64±3.71 %, 2.82±0.76 dan 2.39±0.81 ekor/tahun, serta 23.59±6.15 dan 19.79±7.04 kg/tahun. Litter size, bobot lahir, bobot sapih, interval kelahiran, mortalitas, indeks reproduksi induk, dan indeks produktivitas induk pada kedua bangsa berbeda tidak nyata. Disimpulkan bahwa induk domba Ekor Tipis dan Garut yang dipelihara bersama-sama di kandang koloni mempunyai kinerja yang sama.

This research aimed to determine the performance of Thin tailed and Garut ewes raised in colony paddock. Materials used in this research were ten heads of Thin Tail and ten heads of Garut ewes and one heads of cross Dorper ram. The ewes and ram are kept together in the colony paddock. Before giving birth the ewe are moved to an individual paddock, after giving birth the ewe are kept together with the lamb for one month in an individual paddock. After one month the lamb and ewe are moved to colony paddock. The raising will continue until ewes was deliver again. The variables observed include litter size, birth weight, weaning weight, lambing interval, mortality, ewe reproductive index, and ewe productivity index. The obtained data were analyzed using Independent Sample T-test. The results showed that litter size, birth weight, weaning weight lambing interval, mortality, ewe reproductive index, and ewe productivity index the of thin tailed and Garut ewes were 1.98±0.48 and 1.65±0.55 heads, 2.05±0.43 and 2.22 ±0.44 kg, 8.36±0.84 and 8.55±1.01 kg, 253.56±33.31 and 262.83±44.02 days, 7.38±2.84 and 4.64±3.71 %, 2.82±0.76 and 2.39±0.818 heads/year, 23.59±6.15 and 19.79±7.04 kg/year, respectively. There was no significant difference litter size, birth weight, weaning weight lambing interval, mortality, ewe reproductive index, and ewe productivity index between them. It is concluded that the performance of thin tailed and Garut ewes raised together in colony paddock are similar.

Kata Kunci : Kinerja Induk, Domba Ekor Tipis, Domba Garut

  1. S1-2024-455776-abstract.pdf  
  2. S1-2024-455776-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-455776-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-455776-title.pdf