Laporkan Masalah

Peristiwa tutur dalam upacara ritual masyarakat Tengger :: Kajian Linguistik dengan pendekatan interdisipliner

SUYANTO, Budi, Dr. Inyo Yos Fernandez

2004 | Tesis | S2 Linguistik

Tesis ini berisi deskripsi peristiwa tutur yang terjadi dalam upacara ritual masyarakat Tengger. Sebagai fenomena lingual yang berdimensi sosial-religius peristiwa tutur ini dikaji secara lintas disiplin dengan stressing pada etnografi komunikasi. Pokok masalah yang dibahas adalah: 1) bentuk penggunaan bahasa pada situasi ritual, 2) pola pengorganisasian, 3) interpretasi makna register, dan 4) komponen tutur dalam komunikasi ritual. Kajian ini akan memberi orientasi baru terhadap kajian linguistik di Indonesia. Metode yang digunakan, yaitu 1) metode observasi berpartisipan untuk pengambilan data; 2) metode distribusional untuk mengungkapkan ciri linguistik, metode kontekstual dan etnografis untuk menafsirkan simbol dan makna, dan 3) penyajian hasil analisis data digunakan metode formal dan informal. Dari hasil kajian linguistik diketahui adanya perilaku verbal yang sangat khas. Bahasa ritual yang dipakai adalah BJT klasik yang sebagian sudah mengalami percampuran dengan varian krama. Bentuk pemakaian bahasanya bersifat puitis dengan pola wacana yang sudah mapan (baku). Dari hasil kajian etnografis diperoleh pemahaman bahwa peristiwa tutur itu merupakan salah satu bentuk komunikasi ritual. Komunikasi yang melibatkan beberapa komponen tutur, antara lain orang Tengger, dewa, roh halus, dan roh leluhur sebagai partisipan tutur. Sarana dan prasarana berupa mantera, sesaji dan kemenyan. Tempat berlangsung di rumah-rumah penduduk dan di tempat-tempat keramat. Komunikasi ritual ini dijalankan secara seremonial. Interaksi komunikatif dilakukan melalui mediator dukun. Tujuan komunikasi ritual adalah untuk mendapatkan keselamatan.

This thesis contains the description of speech evens which took place in the Tenggerese ritual ceremony. These issues discussed are: 1) the forms of language use in ritual situation, 2) the pattern of discourse organization, 3) interpretation of register meanings, and 4) oral components in ritual communication. This study will give new orientation to linguistic research in Indonesia. As a lingual phenomenon which is in social-religious dimension, speech evens are interdiciplinarily analyzed stressing on ethnographic communication. The research applies some methods, (1) data collections by using participant oberservation, direct interview, library study; (2) analysis by distributional, pragmatic-equal methods, ethnographic method; and (3) description by using formal and informal method. Based on the linguistic analysis it was, specific verbal behaviour was found. The ritual language used was classical BJT in which some parts of them have mixed with krama (polite expression) variants. The form of the language usage was a bit poetic with an established discourse. From the results of ethnographic analysis, it was found that speech evens has become one of the forms of ritual communication. The communication involves speech components such as Tenggerese, God, spirits, and ancestors as speech participants. The means of communication were spellings, offerings, and kemenyan (incease). The place of communication took place were the people’s hauses and sacred places. The ritual communication was ceremonially conducted. Interactive communication was done through a holy mediator, The purpose of ritual communication was to get safety.

Kata Kunci : Linguistik,Etnografi Komunikasi,Ritual Tengger,Peristiwa Tutur, speech events, ritual, ethnographic communication


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.