Laporkan Masalah

Kolaborasi Kritis Forum Komunitas Sungai Sleman Dalam Upaya Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Air Sungai di Kabupaten Sleman

Fitriana Arum Dita Rukmana, Dr. Nanang Indra Kurniawan, S.I.P., M.P.A.

2024 | Skripsi | ILMU PEMERINTAHAN

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis terkait kolaborasi kritis yang terjadi antara masyarakat sipil (Forum Komunitas Sungai Sleman) dengan pemerintah (Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman) dalam menyelesaikan isu lingkungan yaitu pencemaran sungai yang terjadi di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Setelah diteliti lebih lanjut, Forum Komunitas Sungai Sleman menggunakan kolaborasi kritis sebagai strategi gerakan sosialnya.
Kolaborasi antar aktor dalam upaya pengendalian pencemaran dan pemulihan air sungai di Kabupaten Sleman dianalisis menggunakan teori gerakan sosial dengan melihat pada keterlibatan kritis (critical engagement). Penggunaan teori ini menjelaskan bahwa kolaborasi yang terjadi merupakan kombinasi antara strategi gerakan sosial yang melakukan kerja sama dengan pemerintah atau DLH. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi literatur.
Penelitian ini memberi kesimpulan bahwa FKSS bukan merupakan alat dari negara, akan tetapi FKSS melakukan kolaborasi bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman. Kolaborasi ini terjadi dikarenakan FKSS memiliki sumber daya yang tidak dimiliki oleh pemerintah yaitu tenaga atau sumber daya manusia yang bergerak di lapangan. FKSS secara khusus diberi wewenang untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan dan bertindak sebagai mitra pemerintah sekaligus mengkritisi setiap kebijakan dari pemerintah (Dinas Lingkungan Hidup). Dengan hal ini, kolaborasi kritis terjadi dalam proses pengendalian pencemaran dan pemulihan air sungai di Kabupaten Sleman.

This research aims to analyze the critical collaboration that happens between civil society (Forum Komunitas Sungai Sleman) and the government (Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman) in resolving environmental issues, namely river pollution which occurs in Sleman Regency, Yogyakarta. After further research, Forum Komunitas Sungai Sleman uses critical collaboration as its social movement strategy.
Collaboration between actors in effort to control pollution and restore river water in Sleman Regency is analyzed using social movement theory by looking at critical engagement. This theory tells that the collaboration conducted combines social movement strategies collaborating with the government or DLH. This research is qualitative research with a case study method. Data collection in this research was carried out through observation, interviews, and literature study.
This research gives conclusion that FKSS is not a state tool, but FKSS collaborates with Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman. This collaboration takes part because FKSS has resources that the government does not have, namely personnel or human resources working in the field. FKSS is specifically given the authority to participate in the decision-making process and act as a government partner while criticizing every policy from the government (Dinas Lingkungan Hidup). With this, critical collaboration occurs in the process of controlling pollution and restoring river water in Sleman Regency.

Kata Kunci : Pencemaran Air, Aktor, Gerakan Sosial, Strategi Gerakan Sosial, Kolaborasi

  1. S1-2024-414929-abstract.pdf  
  2. S1-2024-414929-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-414929-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-414929-title.pdf