Perbedaan Pemenuhan Asupan Energi dan Zat Gizi Makro pada Siswa di Sekolah Dasar dengan Sistem Penyelenggaraan Makanan Swakelola dan Outsourcing
RIZKA NUR AMELIA, Ika Ratna Palupi, S.Gz, M.Sc.; Sri Handayani, S.Gz, M.P.H.
2024 | Skripsi | GIZI KESEHATAN
Latar Belakang: Penyelenggaraan makanan di sekolah dapat menjadi salah satu alternatif untuk membantu memenuhi asupan energi dan zat gizi anak usia sekolah yang berada pada masa pertumbuhan yang pesat melalui penyediaan makan siang. Sistem penyelenggaraan makanan yang berbeda memiliki tata laksana dan dapat berpengaruh terhadap pemenuhan asupan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemenuhan asupan energi dan zat gizi makro pada siswa di sekolah dengan sistem penyelenggaraan makanan swakelola dan outsourcing.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 50 siswa dari SD Muhammadiyah Prambanan (swakelola) dan 50 siswa dari SD Muhammadiyah Sagan (outsourcing) yang diambil dengan metode purposive sampling. Variabel bebas penelitian ini adalah sistem penyelenggaraan makanan dan variabel terikat penelitian ini, yaitu pemenuhan asupan energi dan zat gizi makro pada siswa. Asupan energi dan zat gizi makro dinilai menggunakan visual Comstock selama 3 hari berturut-turut dan dibandingkan dengan 1/3 kecukupan berdasarkan AKG dengan koreksi berat badan. Analisis perbedaan pemenuhan asupan menggunakan uji Independent Sample T Test dan Mann-Whitney U Test.
Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan antara pemenuhan asupan energi (p=0,001) dan zat gizi makro (karbohidrat (p=0,004), protein (p=0,006), dan lemak (p=0,000)) pada siswa di sekolah dasar dengan sistem penyelenggaraan makanan swakelola dan outsourcing. Pemenuhan asupan energi dan zat gizi makro pada siswa di kedua sekolah dasar masih tergolong kurang (<50>
Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan antara pemenuhan asupan energi dan zat gizi makro pada siswa di sekolah dengan sistem penyelenggaraan makanan swakelola dan outsourcing.
Background: School feeding can be an alternative to help fulfilling energy and nutritional intake of school-aged children's who are in a period of rapid growth by providing lunch. Different food management systems have different management procedures and can affect the fulfillment of intake.
Objective: This study aimed to determine the difference in fulfillment of energy and macronutrients intake in elementary school students with self-managed and outsourcing food management systems.
Methods: This was an observational study with a cross-sectional design. The research sample consisted of 50 students from SD Muhammadiyah Prambanan and 50 students from SD Muhammadiyah Sagan which obtained through purposive sampling method. The independent variable of this study was the food management system and the dependent variable was the fulfillment of energy and macronutrients intake in students. Energy and macronutrients intake were assessed using visual Comstock method for 3 consecutive days and then compared to one-third of adequacy based on RDA with correction of weight. The difference in intake fulfillment was analyzed using Independent Sample T Test and Mann-Whitney U Test.
Results: There was a significant difference in fulfillment of energy (p=0.001) and macronutrients (carbohydrate (p=0.004), protein (p=0.006), and fat (p=0.000)) intake in elementary school students with self-managed and outsourcing food management systems. Fulfillment of energy and macronutrients intake in students from both schools was relatively inadequate.
Conclusion: There is a significant difference in fulfillment of energy and macronutrients intake in elementary school students with self-managed and outsourcing food management systems.
Kata Kunci : energi dan zat gizi makro, pemenuhan asupan, sistem penyelenggaraan makanan, siswa sekolah dasar, swakelola dan outsourcing