Laporkan Masalah

Hubungan Komorbiditas Terhadap Biaya Medis Langsung Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik Rawat Jalan Rumah Sakit Paru Respira Yogyakarta

VEDRO DECPISTA JUNIOR, Prof. Dr. apt. Tri Murti Andayani, Sp.FRS.

2024 | Skripsi | FARMASI

Biaya terapi dari Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) setiap tahunnya semakin meningkat, peningkatan biaya medis langsung tidak lepas dari faktor 
komorbid yang terdapat pada pasien PPOK. Adanya komorbid pada pasien PPOK dapat menyebabkan peningkatan beban terapi pada pasien PPOK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya medis langsung pasien PPOK, dan pengaruh faktor komorbid terhadap total biaya medis langsung pada pasien PPOK.
Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik consecutive sampling. Subjek penelitian dengan kriteria inklusi pasien terdiagnosis PPOK tercatat dari Januari 2023–Desember 2023 menjalani terapi rawat jalan di Rumah Sakit Paru Respira Yogyakarta. Data pengobatan pasien diperoleh dengan cara retrospektif melalui rekam medis, dan data biaya medis langsung diperoleh dari data keuangan rumah sakit. Biaya medis dikelompokan menjadi dua yaitu kelompok pasien tanpa komorbid dan dengan komorbid dan dianalisis dengan uji Mann-Whitney dan Kruskal-Wallis. 
Hasil penelitian pada 97 pasien rawat jalan terdapat 62 pasien yang memiliki 
komorbid. Total biaya medis langsung pasien PPOK tanpa komorbid Rp21.943.783 dengan rata-rata biaya 626.965 ± 271.092,36 per pasien. Total biaya medis langsung pasien PPOK dengan komorbid Rp43.896.390 dengan rata-rata biaya per pasien sebesar Rp708.006 ± 253.785. Biaya tertinggi pasien PPOK dengan komorbid ditemukan pada pasien dengan komorbid ISPA dengan rata-rata biaya Rp1.168.885. Komorbid pada pasien PPOK berhubungan signifikan terhadap total biaya medis langsung pasien PPOK dengan P=0,049. 

The cost of therapy for Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) has been increasing annually. The rise in direct medical costs is closely related to the comorbid factors present in COPD patients. Comorbidities in COPD patients can lead to an increased burden of therapy. This study aims to determine the direct medical costs for COPD patients and the influence of comorbid factors on the total direct medical costs for these patients. This research is an observational analytic study with a cross-sectional design. The research sample was taken using consecutive sampling techniques. The study subjects met the inclusion criteria of COPD patients diagnosed and recorded from January 2023 to December 2023, undergoing outpatient therapy at Rumah Sakit Paru Respira Yogyakarta. Patient treatment data was obtained retrospectively through medical records, and direct medical cost data was obtained from the hospital's financial records. Medical costs were categorized into two groups: patients without comorbidities and those with comorbidities, and analyzed using the Mann-Whitney and Kruskal-Wallis tests. The study results on 97 outpatients showed that 62 patients had comorbidities. The total direct medical costs for COPD patients without comorbidities amounted to Rp21,943,783 with an average cost of Rp626,965 ± Rp271,092.36 per patient. The total direct medical costs for COPD patients with comorbidities amounted to Rp43,896,390 with an average cost per patient of Rp708,006 ± Rp253,785. The highest cost for COPD patients with comorbidities was found in patients with acute respiratory infections (ARI) with an average cost of Rp1,168,885. Comorbidities in COPD patients were significantly related to the total direct medical costs for COPD patients with P=0.049.

Kata Kunci : PPOK, komorbid, biaya medis langsung

  1. S1-2024-460998-abstract.pdf  
  2. S1-2024-460998-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-460998-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-460998-title.pdf