Narrative Review : Eksporasi Akar wangi (Vetiveria zizanioides) terhadap Aplikasinya Dalam Bidang Kefarmasian Dan Lingkungan Sebagai Fitoremediasi
Jinan Kusuma Dewi, Dr. apt. Andayana Puspitasari G., M.Si.
2024 | Skripsi | FARMASI
Akar wangi (Vetivera
zizanioides atau Chrysopogon zizanioides) adalah tanaman yang telah dimanfaatkan
sejak berabad-abad lalu. Budidaya akar wangi tersebar luas di Indonesia,
khususnya di daerah Jawa Barat, menjadikannya sebagai penghasil akar wangi
terbanyak di dunia setelah India dan Haiti. Dalam budidayanya, Akar wangi
dimanfaatkan kadar minyak atsirinya yang tinggi sebagai parfum karena bau
kayunya yang unik. Selain sebagai bahan wewangian, minyak akar wangi juga
dimanfaatkan sebagai bahan utama kosmetik, dan industri makanan. Akar wangi
juga memperlihatkan potensi terapeutiknya di bidang farmasi. Diantaranya diketahui memiliki efek
antioksidan, antibakteri, antijamur, antikanker, dan sebagai aromaterapi. Akar
wangi juga memiliki manfaat dalam bidang konservasi lingkungan sebagai fitoremediasi. Akar wangi diketahui dapat
meremediasi tanah yang tercemar limbah industri, limbah pertanian, dan limbah
rumah tangga.
Review dilakukan dengan
menggunakan beberapa database jurnal international diantaranya Pubmed,
Science direct, Scopus, dan Google Scholar. Artikel-artikel yang
berhasil dikumpulkan kemudian disaring
sesuai dengan kriteris inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan sebelumnya
untuk selanjutnya dianalisis sehingga didapatkan kesimpulan.
Dari
hasil review, dapat disimpulkan bahwa akar wangi memiliki potensi dalam
bidang kefarmasian sebagai antibakteri, antikanker, antioksidan, antiparasit
dan nefroprotektif. Selain itu, akar wangi juga memiliki potensi fitoremediasi
yang baik dilihat dari kemampuannya untuk meremediasi berbagai jenis limbah baik
limbah organik, anorganik, hingga limbah rumah tangga.
Vetiver (Vetiveria zizanioides or Chrysopogon
zizanioides) is a plant that has been utilized for centuries. Its
cultivation is widespread in Indonesia, particularly in West Java, making it
one of the largest producers of vetiver in the world, after India and Haiti. In
its cultivation, vetiver is valued for its high essential oil content, which is
used in perfumes due to its unique woody scent. In addition to being a
fragrance ingredient, vetiver oil is also used as a primary ingredient in
cosmetics and the food industry. Vetiver also shows therapeutic potential in
the pharmaceutical field. It is known to have antioxidant, antibacterial,
antifungal, anticancer effects, and can be used in aromatherapy. Vetiver also
has benefits in environmental conservation as a phytoremediation agent. It is
known to remediate soil contaminated by industrial, agricultural, and household
waste.
The
review was conducted using several international journal databases, including
PubMed, Science Direct, Scopus, and Google Scholar. The collected articles were
then filtered according to predetermined inclusion and exclusion criteria and
analyzed to draw conclusions.
From
the review results, it can be concluded that vetiver has potential in the
pharmaceutical field as an antibacterial, anticancer, antioxidant,
antiparasitic, and nephroprotective agent. Additionally, vetiver also has good
phytoremediation potential, as seen from its ability to remediate various types
of waste, including organic, inorganic, and household waste.
Kata Kunci : Akar wangi, Vetiveria zizanioides, Aktivitas farmakologis, fitoremediasi, konservasi lingkungan