Laporkan Masalah

Profil Penggunaan Obat pada Pasien Rawat Jalan Terdiagnosis Aritmia Tipe Fibrilasi Atrium di RSUP Dr. Sardjito

FITRA AMALIA ARUMSARI, apt. Arief Rahman Hakim, S.Si., M.Si.; Dr. apt. Fita Rahmawati, Sp.FRS.

2024 | Skripsi | FARMASI

Fibrilasi atrium merupakan aritmia yang paling sering terjadi, dengan prevalensi 1-2?n diperkirakan akan terus meningkat. Kepatuhan pasien terhadap pengobatan dan kesesuaian pengobatan dengan pedoman penting untuk mencapai target terapi dan meminimalkan risiko terjadinya efek samping, seperti perdarahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat pada pasien rawat jalan terdiagnosis fibrilasi atrium, mengevaluasi kesesuaiannya terhadap pedoman, mengidentifikasi kejadian efek samping pengobatan, dan kepatuhan pasien terhadap pengobatan.
Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional. Proses pengumpulan data dilakukan secara retrospektif. Subjek penelitian merupakan pasien rawat jalan yang terdiagnosis fibrilasi atrium di RSUP Dr. Sardjito dengan usia ? 18 tahun pada periode Juli 2022 hingga Juni 2023 dengan durasi pengobatan minimal tiga bulan. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan Google Spreadsheet.
Hasil penelitian pada 101 pasien menunjukkan bahwa obat yang paling banyak digunakan, yaitu warfarin (88,12%) dan bisoprolol (79,21%). Pola penggunaan obat yang paling banyak diresepkan adalah kombinasi beta blocker (bisoprolol) dan antikoagulan (warfarin) pada 50 pasien (49,50%). Hasil evaluasi terapi menunjukkan 76,24% pasien memenuhi kesesuaian, dengan 88,11% pasien memenuhi kesesuaian obat dan 87,13% pasien memenuhi kesesuaian dosis dan frekuensi berdasarkan Pedoman Tatalaksana Fibrilasi Atrium oleh PERKI Tahun 2014 dan Lexicomp sebagai referensi tambahan. Ketidaksesuaian yang ditemukan antara lain kurangnya pemberian antitrombotik (antikoagulan atau antiplatelet), belum diberikan terapi kendali laju atau kendali irama, dosis kurang, dosis berlebih, dan frekuensi yang tidak tepat. Kejadian efek samping terjadi pada 34,65% pasien dengan efek samping yang banyak ditemukan, yaitu perdarahan (7,92%), batuk (4,95%), dan pusing (4,95%). Sebanyak 74,26% pasien memiliki tingkat kepatuhan pengobatan yang baik dengan nilai Proportion of Days Covered ? 80%.

Atrial fibrillation is the most common type of arrhythmia, with a prevalence of 1-2%, and it is expected to continue increasing. Patient adherence to treatment and the appropriateness of the treatment according to guidelines are crucial to achieving therapeutic targets and minimizing the risk of side effects, such as bleeding. This study aims to determine the pattern of medication use in outpatient patients diagnosed with atrial fibrillation, evaluate its adherence to the guideline, identify the incidence of side effects from treatment, and patient adherence to medication.

This research is an observational study with a cross-sectional design. Data collection was conducted retrospectively. The study subjects were outpatient atrial fibrillation patients at Dr. Sardjito Hospital aged ? 18 years from July 2022 to June 2023, with minimum treatment duration of three months. Sampling was done using purposive sampling technique. Data were analyzed descriptively using Google Spreadsheet.

The results of the study on 101 patients showed that the most commonly used drugs, are warfarin prescribed to 88,12% patients and bisoprolol prescribed to 79.21% patients. The most commonly prescribed combination of drugs was a combination of beta-blockers (bisoprolol) and anticoagulant (warfarin) in 49.50% patients. Therapy evaluation results showed that 76,24% patients met the guideline criteria, with 88,11% patients met drug appropriateness and 76.24% patients met dose and frequency appropriateness based on the Atrial Fibrillation Management Guidelines by PERKI (Indonesian Heart Association) in 2014 and Lexicomp as an additional reference. Inappropriateness found included lack of antithrombotic therapy, absence of atrial fibrillation therapy, inadequate dosage, excessive dosage, and inappropriate frequency. Side effects occurred in 34,65% patients with bleeding being the most commonly found side effect, occurring in 7,92% patients, followed with coughing and dizzy in 4,95% patients. A total of 74,26% patients had good medication adherence.

Kata Kunci : aritmia, fibrilasi atrium, profil pengobatan fibrilasi atrium, RSUP Dr. Sardjito

  1. S1-2024-454893-abstract.pdf  
  2. S1-2024-454893-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-454893-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-454893-title.pdf