Laporkan Masalah

Pola Penggunaan Obat Psikotropika dan Luaran Terapi pada Pasien Disabilitas Intelektual di Rumah Sakit Jiwa Grhasia Yogyakarta Periode Tahun 2022-2023

FADLIATY NAMYRA PUTRI, apt. Woro Harjaningsih, S.Si., Sp.FRS.

2024 | Skripsi | FARMASI

Disabilitas intelektual merupakan gangguan kecerdasan dengan skor IQ di bawah 70 yang dapat memengaruhi fungsi kognitif dan perilaku adaptif. Pasien disabilitas intelektual cenderung mengalami masalah kesehatan mental dan perilaku sehingga sering diberikan terapi obat psikotropika meskipun pedoman atau penelitian terkait hal tersebut masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien dan pola penggunaan obat psikotropika, beserta luaran terapi yang dihasilkan.

Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini berupa deskriptif (non-eksperimental) dengan metode retrospektif menggunakan data rekam medis pasien tahun 2022-2023 di Rumah Sakit Jiwa Grhasia Yogyakarta. Proses sampling dilakukan dengan metode accidental sampling yaitu berdasarkan rekam medis yang kebetulan tersedia pada saat peneliti melakukan penelitian. Data yang dikumpulkan berupa karakteristik pasien, pola penggunaan obat, dan luaran terapi pasien yang meliputi masalah kesehatan mental, keterbatasan perilaku adaptif, dan masalah perilaku menantang. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan menghitung jumlah dan persentase dari masing-masing data.

Berdasarkan hasil penelitian, sebagian besar pasien disabilitas intelektual berjenis kelamin laki-laki (59,18%) dan berusia 36-45 tahun (29,59%). Penggunaan obat psikotropika terbanyak ditempati oleh golongan antipsikotik dengan 65,89% peresepan, sedangkan kombinasi obat psikotropika terbanyak dimiliki oleh kombinasi clozapine-risperidone dengan 14,75% peresepan. Luaran terapi menunjukkan bahwa sebanyak 39,80% pasien mengalami perbaikan terhadap masalah kesehatan mental dan 45,92% pasien mengalami perbaikan terhadap keterbatasan perilaku adaptif; sedangkan jumlah pasien yang mengalami perbaikan terhadap masalah perilaku menantang mencapai 84,69%. 

Intellectual disability is a disorder of intelligence with an IQ score below 70 that can affect cognitive function and adaptive behavior. Patients with intellectual disabilities tend to experience mental health and behavioral problems, which leads to frequent administration of psychotropic drug therapy despite limited guidelines or research. This study aims to determine the characteristics of patients, patterns of psychotropic drug use, and resulting therapeutic outcomes.

The design used in this study was descriptive (non-experimental) with a retrospective method using patient medical record data from 2022-2023 at Grhasia Mental Hospital Yogyakarta. The sampling process was carried out by accidental sampling method, based on medical records that were available at the time the research was conducted. Data collected in the form of patient characteristics, drug use patterns, and patient therapeutic outcomes which included mental health problems, adaptive behavior limitations, and challenging behavior problems. Descriptive analysis was performed by calculating the number and percentage of each data category. 

Based on the results of the study, most patients with intellectual disabilities were male (59,18%) and aged 36-45 years (29,59%). The most frequently used class of psychotropic drugs was antipsychotics with 65,89% of prescriptions, while the most common combination of psychotropic drugs was clozapine-risperidone with 14,75% of prescriptions. Therapeutic outcomes showed that 39,80% of patients experienced improvement in mental health problems and 45,92% of patients experienced improvement in adaptive behavior limitations; while the number of patients who experienced improvement in challenging behavior problems reached 84,69%.

Kata Kunci : Disabilitas Intelektual, Psikotropika, Masalah Kesehatan Mental, Masalah Perilaku

  1. S1-2024-458487-abstract.pdf  
  2. S1-2024-458487-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-458487-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-458487-title.pdf