EFEK TERAPI ANDROGEN DALAM RESISTANSI INSULIN DIINDUKSI OLEH TGF-BETA PADA SEL OTOT RANGKA (C2C12)
DIONISIUS ERIKO CHIESA, Dr. apt. Soni Siswanto, M.Biomed.; Dr. Adhyatmika, M.Biotech., Apt.
2024 | Skripsi | FARMASI
Diabetes
Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan salah satu gangguan metabolisme dimana
perkembangannya disebabkan oleh kombinasi dua faktor utama, yaitu sekresi
insulin yang rusak dan ketidakmampuan jaringan sensitif insulin dalam merespon
insulin. Konsumsi glukosa yang terstimulasi insulin sebagian besar terjadi pada
otot rangka. Pengambilan glukosa pada otot yang distimulasi insulin sangat
rentan terhadap resistansi insulin yang disebabkan oleh gangguan translokasi GLUT4.
TGF-? memiliki peran utama dalam nefropati diabetes dengan menghambat aktivasi
makrofag dengan mengganggu jalur-jalur yang bergantung pada reseptor toll-like.
Testosteron juga diketahui mengurangi resistansi
insulin melalui peningkatan lipolisis yang diinduksi katekolamin, dan
pembatasan aktivitas lipase lipoprotein serta penyerapan trigliserida pada
jaringan abdomen manusia dalam kondisi in vivo.
Penelitian
ini merupakan penelitian eksperimental dengan metode in vitro,
menggunakan cell line C2C12. Metode penelitian ini meliputi: kultur sel
C2C12, eksperimen diferensiasi myotube dan penyerapan glukosa, diferensiasi
myotube dan isolasi total RNA, sintesis cDNA, pengukuran ekspresi Glut4,
dan analisis data menggunakan IBM SPSS®.
Sel myotube C2C12
yang telah dibuat menjadi model resistansi insulin dan diinkubasi selama 24 jam
kemudian diberi perlakukan prekondisi menggunakan TGF-? 10 ng/mL, testosteron
20 nM, asam palmitat 10 µM, dan / atau insulin 200 ng/mL (masing-masing 1,5 µL)
yang dilarutkan dalam buffer KRPH. Hasilnya kelompok yang diberikan induksi
asam palmitat 200 nM mengalami penurunan penyerapan glukosa, kelompok yang diberikan
tambahan diinduksi dengan TGF-? 10 ng/mL tidak memiliki pengaruh signifikan
terhadap penurunan penyerapan glukosa sel myotube C2C12. Pemberian induksi
TGF-? 10 ng/mL bersamaan dengan testosteron 20 nM memberikan efek peningkatan
penyerapan glukosa pada sel myotube C2C12. Terdapat
hubungan antara peningkatan atau penurunan penyerapan glukosa terhadap tingkat
ekspresi Glut4 dari sel myotube C2C12.
Type 2
Diabetes Mellitus (T2DM) is a metabolic disorder characterized by impaired
insulin secretion and the inability of insulin-sensitive tissues to respond to
insulin. Insulin-stimulated glucose uptake occurs predominantly in skeletal
muscle. Insulin-stimulated glucose uptake in muscle is highly susceptible to
insulin resistance, which is often caused by impaired GLUT4 translocation.
TGF-? plays a crucial role in diabetic nephropathy by inhibiting macrophage
activation through disruption of Toll-like receptor-dependent pathways.
Testosterone is also known to reduce insulin resistance by increasing
catecholamine-induced lipolysis, restricting lipoprotein lipase activity, and
reducing triglyceride uptake in abdominal tissues in vivo.
This study
is an experimental research using in vitro methods with the C2C12 cell line.
The research methods include: C2C12 cell culture, myotube differentiation
experiments and glucose uptake assays, myotube differentiation and total RNA
isolation, cDNA synthesis, GLUT4 expression measurement, and data analysis
using IBM SPSS®.
C2C12 myotubes were used to model insulin
resistance and were incubated for 24 hours. They were then preconditioned with
10 ng/mL TGF-?, 20 nM testosterone, palmitic acid 10 µM and/or 200 ng/mL
insulin (each 1.5 µL) dissolved in KRPH buffer. Results showed that the group
induced with 200 nM palmitic acid experienced decreased glucose uptake. The
group additionally induced with 10 ng/mL TGF-? did not show a significant
effect on glucose uptake in C2C12 myotubes. Induction with 10 ng/mL TGF-? along
with 20 nM testosterone resulted in increased glucose uptake in C2C12 myotubes.
There is a correlation between the increase or decrease in glucose uptake and
the expression levels of GLUT4 in C2C12 myotubes.
Kata Kunci : Diabetes Melitus, GLUT4, Myotube, TGF-?, Testosteron