Laporkan Masalah

EVALUASI PERKEMBANGAN NILAI TEGAKAN HUTAN PRODUKSI JATI (Studi Kasus di Perum Perhutani Unit I KPH Mantingan)

Reki Parasdyasari, Dr. Ir. Sofyan P. Warsito

2007 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Kontinyuitas berb agai fungsi hutan baik dari aspek penyedian barang (berupa kayu) maupun jasa lingkungan (ecological services) mensyaratkan terwujudnya kelestarian tegakan. Tegakan dapat dikatakan lestari ketika stoknya selalu meningkat, atau minimal dapat dipertahankan konstan (tidak menurun). Bagi perusahaan hutan, kelestarian tegakan juga menjadi penentu kelestarian usahanya. Untuk itu perusahaan harus dapat menjamin bahwa tebangan yang dilakukan bukan dalam pengurangan stok tegakan yang telah melebihi riap. Hal tersebut juga termasuk dengan mempertimbangkan bahwa pengurangan stok tegakan tidak hanya berasal dari tebangan oleh pihak perusahaan, tetapi juga oleh penebangan yang bersifat illegal, kerusakan kareana bencana,dsb. Jika terjadi tebangan berada pada pengurangan stok yang telah melebihi riap, maka yang terjadi adalah konsumsi terhadap aktiva tegakan yang diberlakukan sebagai bagian (pos) pendapatan perusahaan. Apabila hat tersebut terjadi terus menerus maka pada suatu saat aktiva tegakan akan habis sama sekali. Penelitian ini mencoba melihat permasalahan yang dipaparkan di atas pada pengelolaan hutan di Perum Perhutani KPH Mantingan. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui tingkat kelestarian tegakan berdasarkan perkembangan Stok dalam Luas, volume dan Nilai tegakan y1!'1g dilihat melalui trend perkembangannya. Selain dalam satuan fisik, stok tegakan juga dinyatakan dalam satuan moneter (Rupiah) untuk tujuan dapat menghilangkan bias karena adanya perbedaan umur tegakan. Penelitian ini juga ditujukan untuk mengetahui tingkat keuntungan lestari, yaitu tingkat keuntungan yang telah mempertimbangkan apresiasi (peningkatan) dan depresiasi (penurunan) tegakan hutan. Penelitian dibatasi pada tegakan jati yang merupakan komoditi utama, dan dianggap menentukan eksistensi Perusahaan. Nilai tegakan ditentukan berdasarkan cost value. Cost Value merupakan pengeluaran yang telah diinvestasikan mulai tegakan ditanam sampai umur tertua tegakan pada tahun analisis (stumpage cost). Volume stok tegakan ditaksir pada volume standing stok yaitu volume tegakan berdiri (stumpage) dengan formula V =KBDxVstx.Luas, dihitung pada unit tegakan terkecil (petak/anak petak). Tujuan penelitian kedua dicapai melalui penerapan integrasi akuntansi sumber daya hutan, yaitu dengan memasukkan nilai tegakan pada pos aktiva neraca perusahaan. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa stok tegakan hutan Jati KPH Mantingan memiliki trend yang selalu menurun selama periode yang diamati, yaitu jangka 1981- 1990 dan 1991-2000, bahkan masih menurun hingga akhir tahun 2003. Hal tersebut sekaligus telah menunjukkan bahwa kelestarian tegakan belum terwujud dalam pengelolaan hutan produksi jati di KPH Mantingan dalam selang waktu tahun 1981-2003. Integrasi nilai tegakan ke dalam neraca perusahaan tahun 2000 memberikan informasi bahwa ternyata pernyataan keuntungan perusahaan belum sesuai. Akibat penurunan stok tegakan ternyata perusahaan justru menderita kerugian sebesar 0,21 Milyar pada periode akuntansi tersebut.

Kata Kunci : Kelestarian, stok, trend, nilai tegakan, keuntungan lestari

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf