Laporkan Masalah

Simpanan dan Serapan Karbon Tegakan Eucalyptus Hibrida di KHDTK Wanagama pada Kondisi Pertumbuhan yang Berbeda

Aviva Okta Indrayani, Dr. Ir. Daryono Prehaten, S.Hut.,M.Sc., IPM.; Dr. Ir. Handojo Hadi Nurjanto, M.Agr.Sc., IPU.

2024 | Skripsi | KEHUTANAN

Hutan berfungsi sebagai penyerap karbondioksida (CO2) melalui fotosintesis yang akan menghasilkan glukosa dan oksigen untuk menunjang pertumbuhan tanaman dan disimpan sebagai biomassa. Sekitar 50% biomassa terdiri dari karbon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biomassa, simpanan karbon, dan serapan CO2 pada tegakan Eucalyptus hibdrida (E. pellita x E. urophylla) di Petak 18 KHDTK Wanagama, Gunung Kidul. 

Pengambilan data tegakan dilakukan dengan membuat 9 petak ukur permanen berbentuk lingkaran secara purposive sampling dengan luas 0,1 ha yang dibagi dalam tiga performa tegakan, yakni baik, sedang, dan kurang. Sedangkan pengambilan serasah dan tumbuhan bawah dilakukan pada masing-masing petak ukur dengan ukuran 0,5 x 0,5 m sebanyak 3. Perhitungan biomassa tegakan dilakukan dengan persamaan allometrik. Sedangkan perhitungan biomassa serasah dan tumbuhan bawah dilakukan dengan mengoven serasah dan tumbuhan bawah pada suhu 70oC hingga berat kering konstan. Simpanan karbon dihitung dengan mengalikan biomassa dengan 0,5. Sedangkan serapan CO2 dihitung dengan mengalikan simpanan karbon dengan 3,67.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan biomassa, simpanan karbon, dan serapan CO2 seiring menurunnya performa tegakan. Biomassa total pada performa baik, sedang, dan kurang berturut-turut adalah 274,34 ton/ha, 236,66 ton/ha, dan 177,93 ton/ha. Simpanan karbon total berturut-turut adalah 142,19 ton C/ha, 118,33 ton C/ha, dan 88,97 ton C/ha. Serapan CO2 berturut-turut adalah 521,84 ton/ha, 434,27 ton/ha, dan 326,51 ton/ha.


Forests function as carbon dioxide (CO2) absorbers through photosynthesis, producing glucose and oxygen to support plant growth, which is stored as biomass. Approximately 50% of biomass consists of carbon. This study aims to determine the biomass, carbon storage, and CO2 absorption in Eucalyptus hybrid (E. pellita x E. urophylla) stands in plot 18 of KHDTK Wanagama, Gunung Kidul. 

Data collection for the stand is carried out by creating 9 permanent circular sample plots using purposive sampling with an area of 0.1 ha, divided into three stand performance categories: good, moderate, and poor. Meanwhile, litter and understory vegetation sampling is done within each sample plot using a 0.5 x 0.5 m quadrat, with three replicates. Stand biomass is calculated using allometric equations, whereas litter and understory biomass are determined by oven-drying the samples at 70°C until a constant dry weight is achieved. Carbon storage is calculated by multiplying the biomass by 0.5. CO2 sequestration is then calculated by multiplying the carbon storage by 3.67.

The results showed a decrease in biomass, carbon storage, and CO2 absorption with declining stand performance. Total biomass for good, moderate, and poor performance were 274.34 tons/ha, 236.66 tons/ha, and 177.93 tons/ha, respectively. Corresponding carbon storage values were 142.19 tons C/ha, 118.33 tons C/ha, and 88.97 tons C/ha. CO2 absorption values were 521.84 tons/ha, 434.27 tons/ha, and 326.51 tons/ha, respectively.


Kata Kunci : Kata kunci: Eucalyptus hibrida, karbon, Wanagama

  1. S1-2024-459084-abstract.pdf  
  2. S1-2024-459084-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-459084-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-459084-title.pdf