Laporkan Masalah

Peran Keselarasan dan Keterwujudan Dokumen Perencanaan Terhadap Capaian Pembangunan Daerah Tumbuh Lambat

GUMIRLANG FACHRUNNUHA SUPRIYANTO, Doddy Aditya Iskandar, S.T., M.Sc., Ph.D.

2024 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Dinamika suatu daerah dikelola melalui manajemen pembangunan. Kualitas manajemen pembangunan dipengaruhi oleh modal instrumental dan modal dasar suatu daerah. Disisi lain terdapat fenomena daerah tumbuh lambat. Daerah tumbuh lambat merupakan konsekuensi dari kondisi modal dasar yang rendah. Dari sini diketahui bahwa daerah tumbuh lambat memiliki kaitan terhadap kualitas manajemen pembangunannya yang rendah. Manajemen pembangunan dijalankan melalui siklus plan, do, check, dan act. Plan menghasilkan dokumen perencanaan, do merupakan perwujudan dokumen perencanaannya. Dengan demikian proses perencanaan dan perwujudan perencanaan yang kurang optimal menciptakan daerah tumbuh lambat. Pada awal tahun penelitian (2015) masih terdapat 122 daerah tumbuh lambat di Indonesia. Berdasarkan hasil multi criteria analysis, terpilih Situbondo dan Sumenep sebagai daerah tumbuh lambat yang diamati dalam penelitian ini. 

Penelitian ini berangkat dari teori bahwa terdapat peran dari dinamika dokumen perencanaan terhadap kondisi capaian pembangunan yang menyebabkan daerah tumbuh lambat (Campbell, 1996). Dari sini ditarik hipotesis bahwa semakin selaras dan terwujud dokumen perencanaan maka akan semakin besar capaian pembangunannya. Untuk membuktikan hipotesis dilakukan penelitian melalui metode content analysis untuk menilai keselarasan, analisis keterwujudan, dan studi komparatif untuk mendapatkan validasi. 

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa keselarasan antar dokumen perencanaan berdampak pada performa keterwujudannya. Diketahui keterwujudan dokumen perencanaan berperan penuh terhadap peningkatan capaian pembangunan. Penelitian ini menjawab hipotesis semakin selaras dan terwujud dokumen perencanaan maka semakin besar capaian pembangunannya. Oleh karena itu dalam upaya pengentasan daerah tumbuh lambat perlu ada dorongan peningkatan kualitas proses perencanaan dan proses implementasinya. Temuan penelitian ini juga dapat menjadi batas minimal yang harus dicapai oleh daerah dengan karakteristik mirip agar dapat entas dari kondisi tumbuh lambat.


The dynamics of a region are managed through development management. The quality of development management is influenced by the instrumental and basic capital of a region. On the other hand, there is the phenomenon of slow-growth regions. Slow-growth regions are a consequence of low basic capital conditions. From this it is known that slow-growth regions have a link to the low quality of development management. Development management is carried out through a cycle of plan, do, check, and act. Plan produces the planning document, do is the realization of the planning document. Thus, the planning process and the realization of suboptimal planning create slow-growth regions. At the beginning of the research year (2015) there were 122 slow-growing regions in Indonesia. Based on the results of multi-criteria analysis, Situbondo and Sumenep selected as the slow-growth areas observed in this study.

This research departs from the theory that there is a role of the dynamics of planning documents on the conditions of development achievements that cause regions to grow slowly (Campbell, 1996). From this, the hypothesis is drawn that the more aligned and realized the planning documents are, the greater the development achievements will be. To prove the hypothesis, research was conducted through content analysis to assess alignment, realization analysis, and comparative studies to obtain validation.

The results of this study show that alignment between planning documents has an impact on their realization performance. It is known that the realization of planning documents plays a full role in increasing development achievements. This research answers the hypothesis that the more aligned and realized the planning documents, the greater the development achievements. Therefore, in an effort to alleviate slow-growth regions, there needs to be a push to improve the quality of the planning process and the implementation process. The findings of this research can also be the minimum limit that must be achieved by regions with similar characteristics in order to get out of slow-growing conditions.

Kata Kunci : Capaian Pembangunan, Dokumen Perencanaan, Keselarasan Rencana, Keterwujudan Rencana, Tumbuh Lambat

  1. S1-2024-463205-abstract.pdf  
  2. S1-2024-463205-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-463205-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-463205-title.pdf