Laporkan Masalah

Pengaruh Implementasi Kebijakan Giro Wajib Minimum, Penyangga Likuiditas Makroprudensial, dan Rasio Intermediasi Makroprudensial terhadap Profitabilitas Perbankan di Indonesia Periode 2019-2023

MATUS HANUN AZ ZAHRA, Ahmad Zaki, S.E., M.Acc.

2024 | Skripsi | AKUNTANSI

Pandemi Covid-19 merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah dunia yang menyebabkan resesi ekonomi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Kejadian luar biasa ini menyebabkan perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional di Indonesia. Adanya pandemi ini sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi pemeritah untuk bisa memperbaiki kondisi perekonomian nasional pada kondisi nomal. Dalam hal ini, BI sebagai bank sentral memiliki peran yang cukup penting dalam mengatur stabilitas ekonomi keuangan. BI memiliki kewenangan untuk mengatur kebijakan moneter dan kebijakan makroprudensial untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional. Kebijakan moneter dan makroprudensial ini bersifat counter-cyclical dan dinamis menyesuaikan dengan kondisi ekonomi yang ada. Oleh karena itu, penelitian ini secara khusus bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi instrumen kebijakan BI yang tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 20/4/PBI/2018, yaitu GWM, PLM, dan RIM terhadap profitabilitas perbankan di Indonesia pada periode 2019-2023. Data penelitian ini menggunakan data sekunder yang diambil dari laporan keuangan seluruh perbankan yang terdaftar di OJK. Penelitian ini menggunakan metode VECM untuk mengetahui pengaruh pengimplementasian kebijakan GWM, PLM, dan RIM terhadap ROA dalam jangka pendek dan jangka panjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan moneter GWM tidak berpengaruh terhadap ROA dalam jangka pendek. Kebijakan makroprudensial PLM berpengaru negatif dalam jangka pendek terhadap ROA, sedangkan RIM berpengaruh positif terhadap ROA dalam jangka pendek.

The Covid-19 pandemic was one of major events in world history that caused economic recessions in many countries, including Indonesia. This extraordinary event has led to a slowdown in national growth in Indonesia. The existence of this pandemic is at the same time a challenge for the government to be able to restore the national economy to normal conditions. In this regard, BI as a central bank has a very important role in regulating the stability of financial ecosystem. BI has the authority to regulate monetary policy and macroprudential policy to maintain the national economic stability. Therefore, this study is specifically aimed at finding out the impact of implementation of BI policy instrument specified in Bank Indonesia Regulation No. 20/4/PBI/2018, namely GWM, PLM, and RIM on bank profitability in Indonesia in the period 2019-2023. This research data uses secondary data taken from financial statements of the entire bank registered in the OJK. The study uses the VECM method to determine the impact of implementation of GWM, PLM, and RIM policies on ROA in the short and long term. The result indicate that GWM monetary policy does not have a short-term effect on the ROA. The PLM's macroprudential policy has short-term negative effect on ROA, while RIM has a short-term positive impact on the ROA.

Kata Kunci : kebijakan moneter, kebijakan makroprudensial, return on assets, counter-cyclical, VECM

  1. S1-2024-458365-abstract.pdf  
  2. S1-2024-458365-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-458365-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-458365-title.pdf