Laporkan Masalah

Implementasi Program Pemberdayaan Masyarakat (PRODAMAS) Plus Tahun 2022 Di Kelurahan Ngampel Kecamatan Mojoroto Kota Kediri

BERLIAN ASTIN IZULHAQ, Dr. Suripto, A.Md., S.I.P., MPA.

2024 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)

Program Pemberdayaan Masyarakat ( PRODAMAS) Plus Kota Kediri merupakan program pembangunan yang menekankan pada inisiatif masyarakat untuk memperbaiki situasi dan kondisi diri sendiri dan lingkungannya dengan basis RT, sehingga pelaksanaan program menjadi lebih tepat sasaran karena melibatkan partisipasi langsung dari masyarakat untuk mengidentifikasi kebutuhannya sendiri. Selain itu, Prodamas Plus juga berhasil menjadi program unggulan dari Pemerintah Kota Kediri karena dapat mempercepat pembangunan yang sebelumnya lamban.

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses implementasi Prodamas Plus tahun 2022 di Kelurahan Ngampel, Kota Kediri. Teori yang digunakan untuk mengetahui proses implementasi Prodamas Plus adalah teori implementasi kebijakan Merilee S. Grindle. Teori ini menyatakan bahwa implementasi kebijakan terjadi pada saat tujuan kebijakan ditransformasikan menjadi program kerja atau proyek yang dirumuskan dan didanai kemudian melakukan aktivitas pelaksanaan program, dan terakhir ouput dan outcome.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Penelitian dilakukan di Kelurahan Ngampel, Kota Kediri. Data penelitian diperoleh dengan teknik snowball sampling melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Analisis data dilakukan menggunakan proses analisis data model Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verifikasi, dan penarikan kesimpulan.

Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa proses implementasi Prodamas Plus dilakukan secara berjenjang baik di tingkat RT, kelurahan, kecamatan, maupun kota hingga diswakelolakan oleh Pokmas bersama masing- masing RT di Kelurahan Ngampel. Kemudian, untuk aktivitas implementasi program, hanya pada bidang infrastruktur RT di Kelurahan Ngampel yang dapat terlaksana secara optimal dalam mengembangkan kebutuhannya. Sedangkan, pada bidang pendidikan, kesehatan, sosial budaya, ekonomi, dan kepemudaan setiap RT belum optimal dalam mengembangkan kebutuhannya. Selain itu, untuk output dan outcome program pada bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial budaya setiap RT di Kelurahan Ngampel dapat optimal dalam memanfaatkan dan mengaplikasikan dana anggaran. Sementara itu, pada bidang infrastruktur, ekonomi, dan kepemudaan belum optimal dalam memanfaatkan dan mengaplikasikan dana anggaran karena terdapat beberapa kegiatan yang belum terealisasi atau tidak terserap.

Variasi aktivitas implementasi program dan output serta outcome setiap RT di Kelurahan Ngampel disebabkan oleh faktor pelaksana program dan sumber daya yang dilibatkan. Kendala tersebut diantaranya perdebatan dalam proses usulan program, keterbatasan skill atau kemampuan pokmas dalam menjalankan swakelola dan keterbatasan jumlah tenaga pendamping di lapangan. Kendala tersebut menyebabkan terjadinya keterbatasan setiap RT di Kelurahan Ngampel dalam mengembangkan kegiatan yang diusulkan atau dianggarkan. Selain itu, juga menyebabkan adanya kegiatan yang belum terealisasi atau tidak terserap.

The Community Empowerment Program ( PRODAMAS) Plus in Kediri City is a development program that emphasizes community initiatives to improve their own situation and the environment within their neighborhoods, thus making the program implementation more targeted by involving direct participation from the community to identify their own needs. Prodamas Plus has successfully become a flagship program of the Kediri City Government as it accelerates development which was previosly slow.

This research aims to explain the implementation process of Prodamas Plus 2022 in Ngampel Subdistrict, Kediri City. The theory used to understand the implementation process of Prodamas Plus is the policy implementation theory by Merilee S. Grindle. This theory states that policy implementation occurs when policy objectives are transformed into formulated and funded work programs or project, followed by the execution of program activities, and finally output and outcome program.

The research was conducted using a qualitative method with a descriptive analysis approach. The study took place in the Ngampel Subdistrict, Kediri City. Data were obtained through snowball sampling techniques involving interview, documentation, and observation. Data analysis was conducted using the data analysis process model by Miles and Huberman, which includes data collection, data reduction, data presentation, verification, and drawing conclusion.

The result of this research indicate that the implementation process of Prodamas Plus is carried out gradually, from the neighborhood association level up to the subdistrict, district, and city levels and even autonomously by Pokmas (Community Empowerment Group) together with each neighborhood association in Ngampel Subdistrict. Then, for the program implementation activities, only in infrastructure sector of neighborhood association in Ngampel Sub-district, that could be optimally implemented in developing its needs. Meanwhile, in the fields of education, health, socio-culture, economy, and youth, each the neigborhood association has not optimally developed its needs. Additionally for the output and outcome in the fields of education, health, and socio-culture, each the neigborhood in Ngampel sub-district can optimally utilize and apply budget funds. However, in the fields of infrastructure, economy,and youth it has not been optimally in utilizing and applying budget funds due to some activities that have not been realized or absorbed.

The variations in program implementation activities and output results of each neigborhood association in Ngampel Sub-district are caused by the factors of program implementers and the resources implementing the program, exist. These contraints include debates in the program proposal process, limitations in the skills or abilities of Pokmas in managing self-managed activities, and limited filed assistan. These contraints lead to limitation for each the neighborhood in Ngampel sub-district in developing proposed or budgeted activities as well as causing some activities to not e realized or absorbed.

Kata Kunci : Implementasi, Program Pemberdayaan Masyarakat Plus Tahun 2022, Kelurahan Ngampel

  1. S1-2024-455833-abstract.pdf  
  2. S1-2024-455833-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-455833-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-455833-title.pdf