Laporkan Masalah

Karakteristik Kebahasaan Perempuan dalam Acara Realitas Korea 'Transit Love 2(????2)': Kajian Sosiolinguistik

Sabila Tahyanisa, Sri Wahyuningsih, S.S., M.A.

2024 | Skripsi | BAHASA KOREA

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan karakteristik kebahasaan perempuan oleh partisipan dalam acara realitas Korea ‘Transit Love 2 (????2, hwanseungyeonae 2)’. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan catat. Data kemudian dianalisis dengan teori kebahasaan berdasarkan gender dalam bahasa Korea dalam Jeon Hye Yeong (2004).
Melalui penelitian ini, ditemukan bahwa karakteristik kebahasaan yang digunakan oleh partisipan perempuan dan laki-laki tidak menunjukkan banyak perbedaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa, pertama, karakteristik bahasa perempuan dalam aspek pelafalan, yaitu fitur a) penggunaan bunyi fortis, b) penambahan konsonan ‘?’, dan c) intonasi naik pada kalimat deklaratif ditemukan tidak hanya pada tuturan partisipan perempuan, tetapi juga pada partisipan laki-laki. Di sisi lain, pada fitur d) preferensi penggunaan bahasa Korea standar (dialek Seoul), justru ditemukan bahwa partisipan perempuan penutur dialek daerah tetap menggunakan dialeknya sendiri. Kedua, pada aspek pilihan kata ditemukan bahwa fitur a) penggunaan kosakata dalam bentuk pendek, b) penggunaan pronomina demonstratif bentuk manis, serta c) penggunaan kata keterangan dan interjeksi muncul tidak hanya pada tuturan partisipan perempuan, tetapi juga pada partisipan laki-laki. Kemudian, fitur d), yaitu penggunaan kosakata ekspresi empati, banyak ditemukan pada partisipan perempuan. Di sisi lain, pada fitur e) penghindaran penggunaan kata umpatan, justru ditemukan penggunaan kata tabu oleh partisipan perempuan. Ketiga, pada aspek metode berbicara, fitur a) penggunaan kalimat propositif dan tag question, b) penggunaan kalimat tidak lengkap, c) penggunaan ekspresi ambigu, d) memberikan pujian, e) penggunaan ekspresi sopan, dan f) penggunaan ‘???’, ending ‘-?’ dan ‘-?’ ditemukan tidak hanya pada tuturan partisipan perempuan, tetapi juga pada partisipan laki-laki. Menariknya, ending ‘-?’ tidak ditemukan digunakan oleh partisipan laki-laki kepada partisipan laki-laki lainnya begitu pula sebaliknya. Lalu, khusus ending ‘-?’, penggunaannya tidak ditemukan. Kemudian, fitur g) penggunaan ekspresi persetujuan, banyak ditemukan muncul pada tuturan partisipan perempuan. Di sisi lain, pada fitur h), yaitu preferensi untuk lebih pasif dalam percakapan grup mixed-gender pada situasi kaku dan lebih aktif pada situasi akrab, justru ditemukan partisipan perempuan dalam objek penelitian tetap terlibat aktif baik dalam percakapan yang kaku maupun akrab tersebut.

This research aims to describe the women language characteristics in Korean language by participants in the Korean reality show 'Transit Love 2 (????2, hwanseungyeonae 2)'. This research is a descriptive qualitative research with note taking technique as the data collection technique. The data are then analyzed using the gender linguistic theory in the Korean language in Jeon Hye Yeong (2004).
Through this research, it was found that the linguistic characteristics used by female and male participants did not show much difference. The analysis results indicate that, firstly, women’s speech features in the aspect of pronunciation, namely, a) the use of fortis sounds, b) the addition of the consonant '?', and c) the rising intonation in declarative sentences are found not only in female participants speech but also in male participants. On the other hand, in feature d) preference for using standard Korean language (used in Seoul), it was found that female participants who speak regional dialects keep on using the dialects in their speech. Secondly, features in the aspect of word choice, namely, a) the use of abbreviation, b) the use of demonstrative pronouns in cute forms, and c) the use of adverbs and interjections are present not only in female participants speech but also in male participants. Then, feature d) the use of vocabulary expressing empathy is widely used by female participants. On the other hand, for feature e) the avoidance of using swear words, it was found that female participants also used swear words in their speech. Third, features in terms of speaking methods, namely, a) the use of propositional sentences and tag questions, b) the use of incomplete sentences, c) the use of ambiguous expressions, d) giving compliments, e) the use of polite expressions, and f) the use of '-???', endings '-?'  and '-?' are found not only in female participants speech but also in male participants. Interestingly, the ending '-?' was not used by male participants towards the other male participants and vice versa. Specifically the use of ending '-?' was not found. Then, feature g) the use of expressions of agreement widely appeared in the speech of female participants. On the other hand, in feature h) the preference for being passive in awkward mixed-gender group conversations and more active in familiar conversations, it was found that female participants in the research object remained actively involved in both awkward and familiar mixed-gender group conversations.

Kata Kunci : bahasa perempuan, bahasa Korea, pengucapan, pilihan kata, metode berbicara, Transit Love 2

  1. S1-2024-443325-abstract.pdf  
  2. S1-2024-443325-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-443325-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-443325-title.pdf