PEMBENTUKAN HASRAT BERBELANJA DI ERA DIGITAL: RESPONS MAHASISWA KOTA PEKANBARU TERHADAP KONTEN BEAUTY REVIEW DALAM MEDIA SOSIAL TIKTOK
ZAHARRA ANANDA PUTRI, Prof.Irwan Abdullah
2024 | Skripsi | ANTROPOLOGI BUDAYA
Penelitian ini membahas mengenai perbedaan gender antara mahasiswa
perempuan dan laki-laki di Kota Pekanbaru yang berkorelasi dengan perbedaan
hasrat dalam berbelanja produk kecantikan dalam merespon konten ulasan
kecantikan di media sosial TikTok. Bertujuan untuk memahami bagaimana korelasi
gender dengan perbedaan hasrat berbelanja, faktor pendorong hasrat, dan
korelasinya terhadap standar kecantikan di media sosial dan gaya hidup
metroseksual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif etnografi melalui
observasi, wawancara mendalam dan studi literatur. Informan penelitian meliputi
tiga mahasiswa laki laki dan tiga mahasiswa perempuan dari berbagai universitas
di Kota Pekanbaru. Data didapatkan dengan metode wawancara langsung bersama
enam informan mahasiswa laki-laki dan perempuan selama periode Desember 2023
hingga Februari 2024. Data penelitian diolah serta dianalisis dengan
mengelompokkan data berdasarkan topik tertentu.
Produk kecantikan yang ditampilkan di media sosial TikTok dianggap
sebagai sebuah karya seni yang dilihat tidak hanya sebagai alat untuk mencapai
kecantikan, tetapi juga sebagai objek hasrat yang dipamerkan dengan nilai estetika
tinggi yang dipengaruhi dengan proses seperti editing, filter, cahaya dan faktor
lainnya. Mendorong perilaku konsumsi yang lebih berfokus pada citra dan figur
dari influencer yang mempromosikan daripada kegunaan praktis. Menunjukan
budaya konsumsi bagaimana manusia memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka
melalui konsumsi produk.
Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa konten ulasan kecantikan,
awalnya sebagai hiburan, kini menjadi acuan untuk berbelanja dan secara tidak
sadar menimbulkan hasrat yang besar untuk memiliki produk kecantikan tersebut.
Lima dari enam informan mengakui bahwa ulasan kecantikan memicu hasrat
mereka berbelanja bahkan berperilaku konsumtif, didorong oleh faktor eksternal
seperti intensitas menonton, tayangan produk berulang, kemudahan berbelanja,
diskon, dan autentisitas dalam ulasan. Meskipun demikian, keputusan hasrat
pembelian tidak selalu impulsif, melibatkan pertimbangan kondisi finansial, jenis
kulit, dan preferensi pribadi.
Hasrat berbelanja produk kecantikan berbeda antara mahasiswa perempuan
dan laki-laki. Mahasiswa perempuan cenderung berbelanja produk kecantikan
untuk merawat diri, meningkatkan penampilan dan menjadi cantik, sementara
mahasiswa laki-laki fokus pada kesehatan kulit dan pencegahan masalah seperti
jerawat dan komedo. Mahasiswa perempuan berbelanja produk kecantikan untuk
memenuhi hasrat mereka memenuhi standar kecantikan di sosial media yang
mereka tidak sadari. Sedangkan mahasiswa laki-laki Kota Pekanbaru, sudah
dianggap menganut gaya hidup metroseksual dengan memiliki fokus yang tinggi
terhadap perawatan kulit, tetapi mereka sebagai laki-laki Melayu masih terpengaruh
oleh stereotip dan stigma lama bahwa berbelanja makeup masih dianggap sebagai
hal yang kurang lazim.
Kata Kunci: Mahasiswa, Berbelanja, Konten “Beauty Review”, TikTok
ABSTRACT
This research discusses gender differences between female and male
students in Pekanbaru City which correlate with differences in desire to shop for
beauty products in response to beauty review content on TikTok social media. It
aims to understand how gender correlates with differences in shopping desire, the
factors driving desire, and its correlation with beauty standards on social media and
metrosexual lifestyle. This research uses a qualitative ethnographic approach
through observation, in-depth interviews, and literature studies. The research
informants included three male and three female students from various universities
in Pekanbaru City. Data were obtained using direct interviews with six male and
female student informants during the period December 2023 to February 2024. The
research data was processed and analyzed by grouping data based on certain topics.
Beauty products displayed on TikTok social media are considered a work
of art that is seen not only as a tool to achieve beauty but also as an object of desire
exhibited with high aesthetic value influenced by processes such as editing, filters,
light, and other factors. Encourages consumption behavior that focuses more on the
image and figure of the promoting influencer rather than practical utility.
Demonstrates a consumption culture of how humans fulfill their needs and wants
through product consumption.
The findings of this study show that beauty review content, initially as
entertainment, is now a reference for shopping and unconsciously creates a great
desire to own the beauty product. Five out of six informants admitted that beauty
reviews triggered their desire to shop and even consumptive behavior, driven by
external factors such as viewing intensity, repeated product impressions, ease of
shopping, discounts, and authenticity in reviews. Nonetheless, purchase desire
decisions are not always impulsive, considering financial condition, skin type, and
personal preferences.
The desire to shop for beauty products differs between female and male
college students. Female students tend to shop for beauty products to care for
themselves, improve their appearance, and be beautiful, while male students focus
on skin health and preventing problems such as acne and blackheads. Female
students shop for beauty products to fulfill their desire to meet beauty standards on
social media that they are not aware of. While male college students of Pekanbaru
City, are already considered to embrace the metrosexual lifestyle by having a high
focus on skincare, they as Malay men are still affected by old stereotypes and
stigmas that shopping for makeup is still considered unusual.
Keywords: College Students, Shopping, "Beauty Review" Content, TikTok
Kata Kunci : Mahasiswa, Berbelanja, Konten “Beauty Review”, TikTok