Laporkan Masalah

Lingkungan pengendapan daerah pesisir antara sunga Serayu dan antasan Bengawantipar, Cilacap, Jawa Tengah

Dwi Santosa, Drs. Suprapto Dibyosaputro, M.Sc.

1987 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Daerah penelitian merupakan bagian dari dataran alu¬vial pesisir antara Cilacap dan Pegunungan Karangbolong, yaitu daerah antara Sungai Serayu dan Antasan Bengawanti¬par (daerah Adipala dan sekitarnya). Daerah ini terisi endapan pantai, aluvium sungai dan aluvium rawa dari kala Kuarter (Plistosen-Holosen), serta memiliki kenampakan bentanglahan dan lingkungan pengendapan yang lebih kom¬plek daripada daerah pesisir sekitarnya. Hal ini disebab¬kan oleh hidrodinamik aliran Sungai Serayu yang kuat dan merajai. Tujuan penelitian ini adalah meneliti lingkungan pe-ngendapan daerah penelitian dan mengetahui perkembangan garis pantai di daerah penelitian dari tahun 1911 hingga tahun 1982. metode penelitian yang digunakan adalah ob¬servatif-analitik-komparatif-diskriptif, yang didasarkan pada hampiran analisis sedimen, analisis peta dan studi literatur, Untuk membantu memberikan gambaran keadaan geomorfologikal daerah penelitian, dilakukan pemetaan geomorfologi. Berdasarkan hasil analisis peta geomorfologi pesisir sekala 1 : 30.000, daerah penelitian terdiri atas satuan bentuklahan asal fluvial dan satuan bentuklahan asal ma¬rin dan marin-eolin. Hasil analisis sedimen sampel-sampel sedimen permu¬kaan dari masing-masing satuan bentuklahan menunjukkan pengelompokan relatif nilai-nilai statistik ukuran butir dan menunjukkan adanya perbedaan keterdapatan mineral be¬rat tertentu; pada satuan asal fluvial umumnya kandungan hipersten lebih tinggi daripada augit, sedangkan pada sa¬tuan asal marin dan marin-eolin kandungan hipersten dan augit tinggi, serta ditunjukkan pula adanya urutan ting¬kat pelapukan mineral berat relatif dari rendah-tinggi pada endapan pantai muda-tua, Hasil analisis peta menunjukkan bahwa pantai daerah penelitian mengalami perkembangan maju (akresi) dengan pertambahan maju sebesar 5,20 m/tahun dengan pertambahan luas daerah selama 71 tahun sebesar 32,85 ha khal ini se¬suai dengan urutan tingkat pelapukan mineral berat pada endapan pantai di daerah penelitian). Dengan demikian, pesisir daerah penelitian merupakan jenis pesisir maju (prograded coast). Didasarkan pada hasil analisis sedimen, analisis pe¬ta, data agihan litologi dan studi literatur, maka daerah penelitian dapat dikelompokkan menjadi empat lingkungan pengendapan, yaitu (1) lingkungan marin dan marin flu- vial, (2) lingkungan marin-eolin, (3) lingkungan marin¬eolin-fluvial dan (4) lingkungan fluvial dan fluvial-ma¬rin.

-

Kata Kunci : Sungai Serayu,Pengendapan daerah pesisir,Sedimen,garis pantai,Cilcapa,Jawa tengah

  1. S1-1987-2217-Dwi_Santosa_abstract.pdf  
  2. S1-1987-2217-Dwi_Santosa_bibliography.pdf  
  3. S1-1987-2217-Dwi_Santosa_tableofcontent.pdf  
  4. S1-1987-2217-Dwi_Santosa_title.pdf