Sumbangan penghasilan angkatan kerja wanita pada ekonomi rumah tangga
Dyah Rahmani P, Drs. Kasto, M.A.
1986 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPeranan wanita dalam ekonorni rumah tengga di pedesaan erat kaitannya dengan kesempatan kerja yang tersedia. Ke-sempatan kerja bagi wanita di pedesaan masih terbatas pada bidang pertanian, sehingga perlu perluasan kesempatan ker¬ja di sektor non-pertanian. Penelitian ini bertujuan menge¬tahui sumbangan penghasilan angkatan kerja wanita dari sek¬tor non-pertanian bagi ekonomi rumah tangga, dengan memper¬hatikan karakteristik angkatan kerja wanita dan keadaan so¬sial ekonomi keluarga. Kalurahan Sobayan sebagai daerah penelitian termasuk dalam wilayah Kecamatan Pedan. Hampir separo luasnya (48,2 persen) rnerupakan lahan pertanian dengan rata-rata luas pe¬milikan tanah kurang dari 0,5 hektar (88,0 persen). Tingkat kepadatan penduduknya tinggi (4.182 jiwaikm persegi) dan pertumbuhan penduduk relatif besar (1,49 persen), mengaki¬batkan tekanan penduduk terhadap lahan pertanian cukup ting¬gi, yakni 2,17, Keadaan ini menyebabkan penghasilan dari sektor pertanian kurang optimal, sehingga mempengaruhi ang¬gota keluarga, terutama wanita, untuk bekerja menambah peng¬hasilan. Pemilihan daerah penelitian dan responden menggunakan metode "purposive sampling", Responden dalam penelitian ini adalah wanita dalam usia kerja (10 tahun ke atas) yang be¬kerja dan belum menikah. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder, data primer dilakukan dengan wawancara. Kemudian data dianalisa dengan menggunakan tabu¬lasi frekuensi dan tabulasi silang. Umumnya angkatan kerja wanita berumur 20-24 tahun atau 8 persen. Tingkat pendidikannya masih rendah: 38,1 persen tidak tamat Sekolah Dasar dan 25,8 persen tamat Sekolah Da¬sar. Tingkat pendidikan yang rendah ini mempengaruhi usia mulai bekerja yang lebih awal. Di daerah penelitian tidak dijumpai angkatan kerja wanita berumur di bawah 15 tahun. Bidang jasa menyerap lebih banyak angkatan kerja wenita (62,8 persen). Kemudian terdapat pengaruh jenis pekerjaan terhadap jan kerja. Jam kerja paling panjang adalah peker¬jaan di bidang jasa, yakni lebih dari 55 jam per minggu. Sejumlah 39,6 persen angkatan kerja wanita melakukan mobi¬litas horizontal keluar wilayah kalurahan dalam rangka be¬kerja. Angkatan kerja wanita yang melakukan pergantian pe¬kerjaan hanya 33,7 persen. Sebaglan besar (52,3 persen) angkatan kerja wanita berpenghasilan kurang dari 5.000 rupiah per minggu. Jenis pekerjaen tiap bidang mempengaruhi penghasilan. Dari peng¬hasilan tersebut 69,8 persen disumbangkan untuk keluarga, dan 30,2 persen digunakan untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Sebagian besar sumbangan yang diberikan berkisar 50-75 per¬sen dari penghasilannya (24,6 Persen). Sumbangan penghasil¬an ini sebagian besar digunakan untuk memenuhi kebutuhan makan (51,7 persen), Beberapa faktor yang mempengaruhi be¬sar sumbangan penghasilan antara lain : jumlah tanggungan, penghasilan keluarga dan jenis pekerjaan angkatan kerja wanita. Di sini terdapat pengaruh antara jenis pekerjaan dengan besar sumbangan. Ternyata angkatan kerja wanita yang bekerja di bidang jasa lebih banyak memberikan sum-bangan penghasilan dibandingkan dengan mereka yang bekerja di bidang industri.
-
Kata Kunci : Angkatan kerja wanita,Pekerja wanita,Ekonomi rumahtangga,Pedan,Klaten,Jawa Tengah