POTENSITAN AMAN BERKAYU DI HUTAN RAKYAT (Studi Kasus Di Desa Jemowo Kecamatan Musuk Kabupaten Boyolali)
Thomas Melkior Betty, Ir. Djuwadi, Ms.
2007 | Skripsi | S1 KEHUTANANPola pertanarnan dan karakteristik jenis tanarnan yang digunakan oleh masyarakat dalarn pengelolaan hutan lahan milik, cukup bervariasi. Variasi tersebut akan mempengaruhi tingkat kepadatan yang berhubungan dengan luas bidang dasar (Lbds), jumlah pohon dan faJ...1or lain yang pada akhimya akan sangat berpengaruh pada potensi yang dimiliki tipe lahan. Desa Jemowo, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali mernpunyai hutan rakyat yang pola pertanaman dan karak1eristik jenis tanamannya bervariasi. Potensi tipe lahan di Desa Jemowo, Kecarnatan Musuk, Kabupaten Boyolali perlu diketahui besamya untuk mengenali karateristik potensi hutan rakyatnya dan mernprediksikan luas bidang dasar berdasarkan karateristik pertanamannya. Penelitian untuk mengetahui potensi hutan rakyat di Desa Jemowo bersifat deskriptif dan studi kasus. Untuk menggambarkan dan mengevaluasi data potensi hutan rakyat di Desa Jemowo, pertama melakukan pengumpulan dan penyusunan data. Data yang telah dikumpulkan dan disusun kemudian dianalisis. Hasil analisis data kemudian diinterpretasi. Perhitungan P (Precise) berdasarkan potensi Lbds di Desa Jernowo = 45%. Ini menunjukkan potensi Lbds sangat bervariasi dan beresiko pada kesalahan pengambilan kesirnpulan yang terkait estimasi potensi. Dengan 3 kelompok/ cluster di Desa Jemowo yang diperoleh rnelalui pembagian berdasarkan: -luas lahan; -jumlah jenis kayu; -jurnlah jenis non kayu; -Lbds; - persen tanarnan dominan (Sengon); -jumlah temak, temyata menghasilkan perhitungan nilai SE dan P (Precise) semakin kecil. Pernbuatan cluster merupakan salah satu earn untuk mengarnati ra????arn atau variasinya. Hasil analis\s cluster adalah sbb: Lbds pada klaster 1 = 1 m ; Lbds pada klaster 2 = 1,39 m ; Lbds pada ldaster 3 = 1,24 m2 . Grafik sebaran diameter pohon Sengon pada klaster 3 berbentuk J...7.1rva terbalik. Bentuk grafik pada klaster 3 menunjukkan adanya keinginan untuk menambah jumlah penanaman Sengon pada lahannya, pada klaster 3 juga hampir tercipta asas kelestarian. Sedangkan grafik klaster Iainnya menunjukkan tidak ada kecenderungan untuk menambah jumlah tanaman Sengon karena tidak ada space atau ruang untuk rnenambah tanarnan Sengon.
Kata Kunci : Potensi Hutan Rakvat