FASILITAS DIFABEL BANTUAN DINAS KEBUDAYAAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PADA MUSEUM ANGGOTA BARAHMUS
Ridwanda Rafii Pramadhan, Drs. Tjahjono Prasodjo, M.A.
2024 | Skripsi | ARKEOLOGI
Penelitian ini berfokus pada bantuan fasilitas aksesibilitas bagi penyandang disabilitas di museum-museum yang terdaftar sebagai anggota Barahmus DIY (Badan Musyawarah Musea) di Daerah Istimewa Yogyakarta. Mengingat pentingnya inklusi sosial dan kesetaraan akses terhadap informasi dan budaya, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh Dinas Kebudayaan DIY pada tahun 2021 telah memenuhi kebutuhan para penyandang disabilitas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus di 36 museum yang menjadi target bantuan fasilitas ramah difabel. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara dengan pengelola museum, serta analisis dokumen terkait.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar museum telah menerima fasilitas seperti guiding block, ramp, handrail, dan rambu penunjuk khusus, masih terdapat kendala dalam implementasi dan pemanfaatannya. Beberapa museum menghadapi tantangan dalam penyesuaian infrastruktur bangunan lama dengan fasilitas baru, sementara lainnya menunjukkan kurangnya pemahaman staf mengenai kebutuhan khusus difabel. Penelitian ini juga menemukan bahwa sebagian besar museum masih perlu meningkatkan pemeliharaan dan pemeriksaan rutin untuk memastikan fasilitas tetap berfungsi dengan baik dan aman digunakan.
Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk peningkatan fasilitas dan layanan, termasuk pelatihan strategi merawat fasilitas dan perbaikan fasilitas yang tidak memadai. Selain itu, pentingnya keterlibatan aktif komunitas difabel dalam proses perencanaan dan evaluasi fasilitas juga disorot sebagai langkah krusial untuk memastikan kebutuhan mereka benar-benar terpenuhi. Dengan adanya penelitian ini, diharap kan museum-museum di Yogyakarta dapat menjadi lebih inklusif dan memberikan pengalaman yang setara bagi semua pengunjung, tanpa memandang kondisi fisik mereka.
The research focuses on the provision of accessibility facilities for persons with disabilities in museums that are members of Barahmus DIY (Badan Musyawarah Musea) in the Special Region of Yogyakarta. Recognizing the importance of social inclusion and equal access to information and culture, this study aims to analyze the extent to which the facilities provided by the Cultural Office of Yogyakarta in 2021 have met the needs of people with disabilities. The research employs a qualitative descriptive method with a case study approach in 36 museums targeted for disability-friendly facility assistance. Data were collected through field observations, interviews with museum managers, and analysis of relevant documents.
The results show that although most museums have received facilities such as guiding blocks, ramps, handrails, and special signage, there are still challenges in their implementation and utilization. Some museums face difficulties in adapting old building infrastructures to the new facilities, while others demonstrate a lack of staff understanding regarding the specific needs of disabled individuals. The study also finds that most museums need to improve maintenance and regular inspections to ensure the facilities remain functional and safe for use.
This research provides recommendations for enhancing facilities and services, including training on facility maintenance strategies and improvements to inadequate facilities. Additionally, the active involvement of the disabled community in the planning and evaluation process of facilities is highlighted as a crucial step to ensure their needs are truly met. It is hoped that with this research, museums in Yogyakarta can become more inclusive and provide equal experiences for all visitors, regardless of their physical conditions.
Kata Kunci : Fasilitas Ramah Difabel, Aksesibilitas, Disabilitas, Museum Barahmus DIY