Laporkan Masalah

Pengaruh Ekstrak Kedelai, Tempe, dan Tempe "Bosok" Terhadap Tripsin

Nur Rochmat, DR. Supardi Wongsosupantio, Apt

1990 | Skripsi | S1 FARMASI

Kedelai dan marga Leguminosa lainnya telah diketahui mengandung suatu zat yang bekerja menghambat tripsin, di samping zat-zat lain yang merugikan bagi kesehatan seperti saponin, hemaglutinin dan asam fitat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya inhibisi terhadap tripsin yang terdapat di dalam kedelai, tempe dan tempe "bosok". Dengan metode spektrofotometri telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh kedelai, tempe dan tempe "bosok" terhadap tripsin. Penelitian dilakukan dengan menggunakan kedelai bibit varitas Orba, tempe dan tempe "bosok" diperoleh dari salah satu hasil produksi rumah tangga di Yogyakarta. Sampel tersebut diserbuk dan diekstraksi dengan NaCl 2%, kemudian ditetapkan kadar protein totalnya dengan menggunakan metode Lowry pada panjang gelombang 729 nm. Pengaruh terhadap tripsin dilakukan dengan menggunakan metode Kunitz, sebagai substrat digunakan casein 1%, inkubasi 20 menit dibaca serapannya pada panjang gelombang 280 nm. Hasil penelitian penetapan kadar protein total untuk kedelai, 22,46%; tempe, 17,19%; dan tempe "bosok", 7,66%. Aktifitas spesifik tripsin oleh pengaruh inhibitor standar sebesar, 0,1009; ekstrak kedelai, 2,9236; ekstrak tempe 3,3230 dan ekstrak tempe "bosok" sebesar, 2,8083. Prosentase inhibisi oleh inhibitor standar, 97,22 %; ekstrak kedelai, 19,48%; ekstrak tempe, 8,48% dan ekstrak tempe "bosok", 22,66%. Berdasarkan hasil analisis varian satu jalan dengan taraf kepercayaan 95%, terdapat perbedaan bermalma antara aktifitas spesifik oleh pengaruh inhibitor standar, ekstrak kedelai, ekstrak tempe dan oleh ekstrak tempe "bosok". Setelah dilakukan uji "t" setelah analisis varian tidak terdapat perbedaan bermakna antara aktifitas spesifik tripsin oleh ekstrak kedelai dan aktifitas spesifik oleh pengaruh ekstrak tempe "bosok". Dari hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai besarnya anti tripsin di dalam kedelai, tempe dan tempe "bosok", maka dapat disimpulkan bahwa tempe mempunyai nilai gizi yang paling tinggi jika dibandingkan dengan kedelai maupun tempe "bosok".

Kata Kunci : Rkstrak, Kedelai, Tempe, Tempe bosok. Tripsin

  1. S1-FAR-1990-NurRachmat-abstract.pdf  
  2. S1-FAR-1990-NurRachmat-bibliography.pdf  
  3. S1-FAR-1990-NurRachmat-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FAR-1990-NurRachmat-tittle.pdf