Kajian kemampuan data digital multispektral spot-1 dalam membedakan berbagai liputan vegetasi di daerah Yogyakarta dan sekitarnya
Eddi Nugroho, Drs. Dulbahri
1988 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHPenginderaan jauh dapat menyajikan data dan in- formasi yang diperlukan dalam inventarisasi dan pengelo- laan sumberdaya, terutama dalam lingkup wilayah yang lu- as dan memerlukan pandangan holistik. Sistem SPOT membu- ka kemungkinan baru dalam pemerolehan data dan informasi sumberdaya, karena memiliki resolusi spasial dan resolu- si temporalyang tinggi. Demikian juga, spektrum elek- tromagnetik yang dipergunakan mempengaruhi kemampuan ci- traSPOT dalam membedakan berbagai obyek. Seberapa jauh kemampuan data SPOT memisahkan dan membedakan berbagai kenampakan, tentu memerlukan penelitia tersendiri. Kemampuan membedakan dan mengenali liputan lahan, khususnya vegetasi, merupakan subyek penelitian ini. Da- ta hasil kerja lapangan, berupa vegetasi dengan berbagai struktur dan komposisi floristik dicari nilai-nilai ke- cerahannya pada data digital SPOT. Pengukuran nilai pan- tulan secara multispektral dan digunakannya pendekatan numeris memungkinkan penerapan analisis multivariat menggunakan fungsi diskriminan. Pada dasarnya, analisis ini dipergunakan untuk menentukan apakah obyek-obyek da- pat dibedakan dari pengukurannya pada beberapa peubah sekaligus, yang dalam hal ini ialah tiga saluran spek- tral SPOT. Prosedur pembedaan dilaksanakan terutama pa- da liputan yang memiliki rentang nilai pantulan yang hampir sama pada ketiga saluran spektral. Berbeda atau tidaknya informasi spektral vegetasi itu satu sama lain diputuskan dengan uji statistik. Ternyata, data SPOT mempunyai kemampuan yang baik dalam membedakan dan mengenali obyek vegetasi. Kebanyak- an target yang diajukan dapat dibedakan satu sama lain. Meskipun demikian, beberapa di antaranya seperti kebun campuran berkerapatan tinggi dan hutan bambu tidak dapat dipisahkan dan dikenali, berarti dalam kasus ini, data SPOT tidak dapat membedakan kedua obyek tersebut. Secara garis besar, saluran inframerah (XS-3) memiliki pembeda- an yang paling baik terhadap vegetasi baik terhadap struktur maupun terhadap komposisi floristiknya, sedang- kan saluran merah (XS-2) memiliki pembedaan yang baik terhadap struktur vegetasi. Saluran hijau (XS-1) kurang begitu berarti bagi pembedaan vegetasi. Biarpun peneli- tian ini bersifat murni, tetapi mempunyai implikasi juga bagi teknik penyadapan informasi dari data digital, khu- susnya data satelit SPOT, yaitu dalam perentangan nilai spektral, pemilahan rona dan klasifikasi obyek.
-
Kata Kunci : Penginderaan jauh,liputan vegetasi,Citra multispektral-1,Sleman,DIY