Laporkan Masalah

Partisipasi Generasi Z Terhadap Pengelolaan Sampah Berbasis 3R (Kasus : Kawasan Perkotaan Yogyakarta)

HYELDA MAYLINDA PUSPA, Widyasari Her Nugrahandika, S.T., M.Sc.

2024 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Permasalahan sampah menjadi perhatian serius pada banyak kota di Indonesia, termasuk Yogyakarta. Penutupan sementara TPA Piyungan pada tahun 2023 menjadi bukti dari permasalahan dalam pengelolaan sampah. Penutupan ini dapat menjadi titik awal untuk mencari solusi yang lebih baik dalam pengelolaan sampah di masa depan. Salah satu solusi efektif untuk meningkatkan sistem pengelolaan sampah adalah dengan menerapkan pengelolaan sampah berbasis Reduce, Reuse dan Recycle (3R). Sesuai dengan UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, partisipasi aktif masyarakat merupakan kunci suksesnya pengelolaan sampah. Generasi Z yang memiliki karakteristik aktif, adaptif, dan peka terhadap lingkungan memiliki potensi besar untuk menjadi agen penggerak dalam konteks partisipasi ini. Yogyakarta sebagai kota pelajar yang dihuni oleh ribuan pelajar dari berbagai daerah, menjadi tempat ideal untuk melibatkan Gen Z dalam inisiatif pengelolaan sampah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keterlibatan Generasi Z dalam pengelolaan sampah berbasis 3R, dengan fokus pada identifikasi bentuk partisipasi, pengukuran tingkat partisipasi, serta identifikasi faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi Gen Z dalam praktik 3R di Kawasan Perkotaan Yogyakarta (KPY). Penelitian ini menggunakan metode deduktif kuantitatif dengan unit amatan berupa Generasi Z yang berdomisili di Kawasan Perkotaan Yogyakarta, DIY. Unit analisis penelitan berupa evaluasi partisipasi Generasi Z dalam pelaksanaan pengelolaan sampah berbasis 3R. Evaluasi terdiri dari analisis respons dan partisipasi Generasi Z terhadap praktik 3R yang digunakan sebagai tolak ukur pelaksanaan pengelolaan sampah 3R. Hasil penelitian mengungkapkan sejumlah temuan bahwa (1) Generasi Z di KPY memahami konsep 3R secara menyeluruh dan penerapannya dalam mengurangi dampak negatif lingkungan (2) Bentuk partisipasi yang disumbangkan Gen Z dalam pengelolaan sampah 3R di KPY didominasi oleh bentuk tenaga dan merespon konten. Hal ini dikarenakan Gen Z dikenal sebagai generasi yang aktif dalam hal apapun dan aktif bersosial media. Sedangkan bentuk partisipasi terendah berupa bentuk mengikuti akun, karena tindakan ini dianggap sebagai partisipasi pasif yang tidak menciptakan interaksi (3) Tingkat partisipasi pada keseluruhan prinsip 3R berada pada tingkat kerjasama (Arnstein, 1969), yang berarti bahwa Gen Z di KPY telah terlibat aktif untuk bekerjasama dalam mencapai tujuan lingkungan berkelanjutan (4) Faktor yang memengaruhi partisipasi Gen Z dalam pengelolaan sampah 3R di KPY terdiri atas faktor internal dan eksternal. Faktor internal berupa faktor yang berasal dari dalam diri yaitu faktor pengalaman dengan isu lingkungan, kemampuan berteknologi, dan keterlibatan aktif di sosial media. Sedangkan faktor eksternal berupa faktor yang berasal dari luar individu yang terdiri dari faktor informasi yang tersebar di sosial media, viral marketing, serta kemudahan dalam mengakses teknologi.

Yogyakarta is one of several Indonesian cities where the trash issue is a major concern. Waste management issues are demonstrated by the Piyungan landfill's temporary closure in 2023. This closure may serve as a springboard for future research into more effective waste management techniques. Reducing, reusing, and recycling waste is a practical way to enhance the current waste management system (3R). As to Law No. 18 of 2008 Governing Waste Management, community engagement plays a crucial role in ensuring effective rubbish management. With its traits of characteristics, adaptability, and environmental sensitivity, Generation Z has a lot of potential to take the lead in this participation context. Yogyakarta is a great area to involve Gen Z in waste management activities because it is a student city with thousands of residents from different regions. With an emphasis on identifying forms of participation, assessing degrees of participation, and identifying factors that influence Gen Z's participation in 3R practices in the Yogyakarta Urban Area (KPY), this study attempts to assess Generation Z's involvement in 3R-based waste management. This research employs a deductive quantitative method with the unit of observation being Generation Z individuals residing in the Yogyakarta Urban Area, DIY. The unit of analysis is the evaluation of Generation Z's participation in the implementation of 3R-based waste management. The evaluation consists of an analysis of Generation Z's responses and participation in 3R practices, which are used as benchmarks for the implementation of 3R waste management. The research results include the following: (1) KPY's Generation Z comprehends the 3R idea in its entirety and how to use it to lessen adverse environmental effects. (2) The forms of participation contributed by Gen Z in the management of 3R waste in KPY are dominated by the form of labor and responding to content. This is because Gen Z is known as a generation that is active in anything and is active on social media. Meanwhile, the lowest form of participation is in the form of following account, because this action is considered passive participation that does not create interaction. (3) The level of participation in the overall 3R principles is at the level of cooperation (Arnstein, 1969), which means that Gen Z in KPY has been actively involved in collaborating to achieve sustainable environmental goals. (4) Both internal and external variables affect Gen Z's involvement in 3R waste management at KPY. Internal factors are those that originate from the inside, such as experience with environmental issues, technological capabilities, and active involvement in social media. On the other hand, external factors are those that originate from outside of information spread on social media, viral marketing, and ease of accessing technology.

Kata Kunci : Generasi Z, Pengelolaan Sampah, 3R (Reduce, Reuse, Recycle), Partisipasi Masyarakat, Kawasan Perkotaan Yogyakarta

  1. S1-2024-456707-abstract.pdf  
  2. S1-2024-456707-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-456707-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-456707-title.pdf