Laporkan Masalah

Perubahan Penggunaan Lahan di Wilayah Pesisir Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang Pasca Tsunami Selat Sunda 2018

QOTHRUNNADAA SALSABIILA, Dr.rer.nat. Riza Yuliratno Setiawan, S.Kel., M.Sc.

2024 | Skripsi | MANAJ. SUMBER DAYA PERIKANAN

Kecamatan Sumur terletak di ujung barat Pulau Jawa dan berbatasan langsung dengan Selat Sunda sehingga membuatnya terkena dampak tsunami Selat Sunda 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan lahan di pesisir Kecamatan Sumur sebelum dan sesudah tsunami Selat Sunda 2018. Metode yang digunakan adalah metode interpretasi visual. Hasil penelitian menunjukkan terjadi perubahan luas dengan pola perubahan yang beragam pada setiap jenis klasifikasi penggunaan lahan di wilayah pesisir Kecamatan Sumur selama periode 2016-2023. Klasifikasi penggunaan lahan yang mengalami penurunan luas pada akhir periode, di antaranya pantai (-47,73 ha), padang rumput (-157,02 ha), vegetasi (-2,41 ha), dan ladang (-22,51 ha). Sementara klasifikasi penggunaan lahan yang mengalami peningkatan luas pada akhir periode, di antaranya tambak (+72,68 ha), sawah (+18,2 ha), permukiman (+24 ha), lahan kosong (+52,31 ha), tempat pengasinan ikan (+8,11 ha), lokasi wisata (+1,43 ha), dan kolam pelabuhan (+1,93 ha). Perubahan penggunaan lahan ini dapat disebabkan oleh peningkatan jumlah penduduk, perkembangan usaha, kebijakan pemerintah, pergeseran minat usaha masyarakat, dan bencana tsunami Selat Sunda tahun 2018.

Sumur Subdistrict is located at the western tip of Java Island and directly borders the Sunda Strait, making it susceptible to the impact of the 2018 Sunda Strait tsunami. This study aims to understand land use along the coast of the Sumur Subdistrict before and after the 2018 Sunda Strait tsunami. The method used is visual interpretation. The study results indicate changes in land area with varied patterns of change in each type of land use classification in the coastal region of the Sumur Subdistrict from 2016 to 2023. Land use classifications that experienced a decrease in area at the end of the period include beaches (-47,73 ha), grasslands (-157,02 ha), vegetation (-2,41 ha), and fields (-22,51 ha). Meanwhile, land use classifications that experienced an increase in area at the end of the period include fish ponds (+72,68 ha), rice fields (+18,2 ha), settlements (+24 ha), vacant land (+52,31 ha), fish processing locations (+8,11 ha), tourist sites (+1,43 ha), and port ponds (+1,93 ha). Population growth business development, government policies, shifts in community business interests, and the Sunda Strait tsunami disaster in 2018 may cause changes in land use.

Kata Kunci : Kecamatan Sumur, penggunaan lahan, pesisir, Sentinel-2, tsunami

  1. S1-2024-455607-abstract.pdf  
  2. S1-2024-455607-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-455607-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-455607-title.pdf