Studi pemekaran fisik kota Bekasi bagian utara berdasarkan foto udara tahun 1976 dan tahun 1986
Djasmani, Prof. Dr. Sutanto
1989 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenelitian ini dilaksanakan di daerah pinggiran Kota Bekasi bagian utara dengan tujuan untuk mengetahui kemungkinan penggunaan foto udara pankromatik hitam putih skala 1 : 5 500 tahun 1976 dan skala 1 : 5 000 tahun 1986 untuk menyajikan data dan informasi bentuk penggunaan lahan kota serta untuk mengetahui seberapa jauh pemekaran fisik Kota Bekasi bagian utara pada periode tahun 1976-1986. Dalam penelitian ini digunakan metode penginderaan jauh dengan teknik interpretasi foto udara. Klasifikasi yang digunakan adalah gabungan antara sistem klasifikasi menurut Sandy dan Sutanto yang disesuaikan dengan daerah penelitian. Klasifikasi penggunaan lahan kota ini di-kembangkan dari tingkat umum ke tingkat yang paling terperinci. Keterperincian data dalam klasifikasi terdiri dari empat tingkat yaitu tingkat 1 yang bersifat umum, tingkat II bersifat setengah terperinci, tingkat III bersifat terperinci dan tingkat IV bersifat paling terperinci. Untuk menguji ketelitian hasil interpretasi dilaku¬kan dengan cara membandingkan data yang diperoleh dari hasil interpretasi dengan hasil uji lapangan. Foto udara pankromatik hitam putih skala 1 : 5 500 membuahkan hasil penelitian dengan ketelitian interpretasi sebesar 89,47 % dan skala 1 : 5 000 membuahkan ketelitian interpretasi sebesar 90 %. Daerah penelitian seluas 137,80 ha dalam kurun waktu 10 tahun telah mengalami pemekaran. Semua bentuk penggunaan lahan mengalami pemekaran meskipun relatif kecil, kecuali permukiman mengalami seluas 14,69 ha (64,91 %). Hal ini disebabkan bertambahnya jumlah pen¬duduk. Lahan kosong mengalami pemekaran seluas 1,98 ha (13,81 %) disebabkan oleh lahan kosong yang belum di¬bangun yang berlokasi dibeberapa tempat di daerah penelitian. Kebun campuran seluas 3,2 ha (2,32 %) di¬sebabkan meningkatnya penduduk yang mengusahakan kebun disamping mengolah sawah. Persawahan mengalami penyusutan seluas 24,65 ha (-25,56 %). Hal ini akibat bertambahnya jumlah penduduk, sehingga kebutuhan masyarakat akan tempat tinggal dan fasilitas-fasilitas umum lainnya meningkat. Walaupun mengalami penyusutan cukup banyak, namun luas sawah masih merupakan yang terbesar. Hal ini karena Kota Bekasi bagian utara merupakan lokasi lahan pertanian yang cukup luas dan produktif. Oleh karena itu pembangunan fisik di daerah ini dibatasi secara selektif.
-
Kata Kunci : Pemekaran fisik kota,Fotografi udara,Bekasi,Jawa Barat