Implementasi Program Dulang Limbuk CSR PT Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal Adisutjipto melalui Strategi Community-based Resources Management di Dusun Sambilegi Kidul
MEGA MUTIARA EKASARI, Danang Arif Darmawan, S.Sos., M.Si.
2024 | Skripsi | ILMU SOSIATRI
Realitas yang terjadi di Indonesia memperlihatkan bahwa sungai masih menjadi tempat pembuangan sampah masyarakat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2022, hanya sekitar 8,1% kualitas air sungai di Indonesia yang memenuhi baku mutu. Artinya, terjadi pencemaran sungai di Indonesia yang sebagian besar disebabkan oleh limbah domestik rumah tangga. Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi salah satu wilayah yang mengalami pencemaran sungai. Identifikasi dari Forum Komunitas Sungai Sleman terdapat 6.201 titik yang menjadi pencemaran sungai. Dengan demikian, untuk mengatasi permasalahan lingkungan akibat pencemaran sungai perlu adanya kesadaran dalam mengupayakan pengelolaan limbah secara mandiri di masyarakat. Upaya pengelolaan limbah secara mandiri dapat dilakukan melalui kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) seperti di Dusun Sambilegi Kidul, Kabupaten Sleman dalam program Daur Ulang Lumpur Limbah Kolam Budidaya Ikan (Dulang Limbuk) menjadi media tanam budidaya pertanian berbasis masyarakat. Dalam menganalisis isu terkait permasalahan tersebut, peneliti menggunakan strategi Community-based Resources Management (CBRM). Melalui strategi CBRM yang memiliki empat karakteristik, yaitu desentralisasi, pemberdayaan, proses belajar sosial, dan keberlanjutan mampu menjelaskan lebih dalam tentang pengelolaan sumber daya berupa lumpur limbah kolam budidaya ikan oleh KPI Mina Sambi Makmur dan KWT Arimbi agar memiliki nilai guna bagi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pengelolaan program Dulang Limbuk yang dilakukan oleh KPI Mina Sambi Makmur dan KWT Arimbi belum berjalan dengan optimal. Program Dulang Limbuk telah mampu menciptakan perilaku masyarakat Sambilegi Kidul dalam melestarikan lingkungan melalui upaya daur ulang lumpur limbah kolam budidaya ikan menjadi media tanam. Akan tetapi, dari sisi pemenuhan kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat Dusun Sambilegi Kidul melalui program Dulang Limbuk belum memperlihatkan hasil yang berkelanjutan. Dinamika terjadi dalam implementasi program Dulang Limbuk karena terdapat hambatan berupa kondisi internal dari KPI Mina Sambi Makmur yang kehilangan eksistensinya untuk berpartisipasi dalam program Dulang Limbuk. Dengan demikian, perlu adanya upaya perbaikan dalam proses pelaksanaan Dulang Limbuk agar dapat memberikan kebermanfaatan yang lebih meluas.
Based on the reality in Indonesia, rivers continue to be dumping sites for community waste. Data from Badan Pusat Statistik in 2022, only about 8.1% of river water quality in Indonesia meets the standards. This means that there is river pollution in Indonesia, mostly caused by domestic household waste. Daerah Istimewa Yogyakarta is one of the areas experiencing river pollution. Identified by Forum Komunitas Sungai Sleman, there are 6.201 points contributing to river pollution. Therefore, addressing environmental problems due to river pollution requires awareness to promote self-management of waste in communities. Self-management efforts can be carried out through Corporate Social Responsibility (CSR) activities, such as the program in Dusun Sambilegi Kidul, Kabupaten Sleman, which recycles waste pond mud from fish farming (known as Dulang Limbuk) into a medium for community-based agricultural cultivation. In analyzing issues related to this problem, researchers use the Community-based Resources Management (CBRM) strategy. Through the CBRM strategy, which has four characteristics, decentralization, empowerment, social learning process, and sustainability, further explanation can be provided on the management of resources such as waste pond mud from fish farming by KPI Mina Sambi Makmur and KWT Arimbi to benefit the community. This study employs a qualitative method with a descriptive approach. Data collection techniques include interviews, observation, and documentation. The results of this research indicate that the management of the Dulang Limbuk program by KPI Mina Sambi Makmur and KWT Arimbi has not been optimal. The Dulang Limbuk program has succeeded in instilling environmental preservation behavior among the community of Sambilegi Kidul through recycling waste pond mud into planting media. However, in terms of meeting the needs and welfare of the Sambilegi Kidul community through the Dulang Limbuk program, sustainable results have not been achieved. Dynamics occur in the implementation of the Dulang Limbuk program due to internal conditions of KPI Mina Sambi Makmur, which has lost its existence to participate in the Dulang Limbuk program. There is a need for improvement in the implementation process of Dulang Limbuk to provide more benefits.
Kata Kunci : Dulang Limbuk, Corporate Social Responsibility, Community-based Resources Management.