Daur Ulang Skrap Paduan Magnesium-Aluminium Menggunakan Direct Chill Casting
Pratyas Sarah Hayyaulia, Dr. Budi Arifvianto, S.T., M. Biotech.; Dr. Urip Agus Salim, S.T., M.Eng.Sc.
2024 | Tesis | S2 Teknik Mesin
Konsumsi penggunaan paduan magnesium dari
tahun ke tahun terus meningkat hal ini menyebabkan peningkatan jumlah skrap
yang dihasilkan sehingga baik industri maupun peneliti saat ini sedang berupaya
mencari cara untuk mengolah skrap tersebut menjadi produk yang dapat digunakan
kembali. Salah satu cara untuk melakukan daur ulang skrap paduan magnesium adalah dengan proses peleburan
kembali skrap dan dilanjutkan dengan proses direct
chill casting yang merupakan proses pengecoran semi kontinyu untuk
menghasilkan produk dalam bentuk billet,
ingot, dan lain-lain. Penelitian ini
bertujuan menguji coba dan
mengevaluasi kemampuan direct chill
casting sebagai proses untuk mendaur ulang skrap paduan magnesium-aluminium
sehingga dihasilkan produk berbentuk billet.
Tahapan proses daur ulang yang dilakukan pada skrap magnesium-aluminium adalah
proses sorting menggunakan metode hand sorting, proses de-coating dengan
metode chemical strriping, peleburan kembali menggunakan tungku krusibel dan
logam cair yang dihasilkan dilakukan pengecoran dengan menggunakan metode direct chill casting.
Proses pengecoran
dilakukan bertahap dengan temperatur tuang 720°C dan debit air pendingin
sebesar 11,4 liter/menit secara konstan. Percobaan pengecoran pertama dilakukan
dengan kecepatan pengecoran 56 mm/menit, kedua 100 mm/menit, dan ketiga 82
mm/menit. Billet hasil DC casting dengan kecepatan pengecoran 82
mm/menit berhasil ditarik sepanjang ±30 mm dan memiliki cacat visual yang lebih
sedikit dibandingkan billet hasil DC casting dengan kecepatan pengecoran 56
mm/menit dan 100 mm/menit. Rata-rata persentase porositas terendah dihasilkan
dari kecepatan pengecoran 82 mm/menit, yakni sebesar
0,82%±0,42. Struktur mikro yang dihasilkan pada ketiga billet didominasi dengan bentuk dendritik. Distribusi nilai
kekerasan dari ketiga billet menunjukkan semakin jauh titik indentasi dari
titik pusat billet maka nilai
kekerasan akan semakin meningkat. Rata-rata nilai kekerasan billet tertinggi dihasilkan pada
kecepatan pengecoran 100 mm/menit yaitu sebesar 3,23 GPa.
The
increasing consumption of magnesium alloys from year to year leads to a rise in
scrap production, prompting both industries and researchers to seek methods to
recycle this scrap into reusable products. One way to recycle magnesium alloy
scrap involves remelting the scrap followed by direct chill casting, a
semi-continuous casting process used to produce products such as billets,
ingots, and others. This research aims to experimentally evaluate the
capability of direct chill casting as a process for recycling
magnesium-aluminium alloy scrap into billet-shaped products. The stages of the
recycling process for magnesium-aluminium scrap include hand sorting for
sorting, chemical stripping for de-coating, remelting using crucible furnace,
and casting the resulting molten metal using direct chill casting.
The
casting process was conducted in stages with a pouring temperature of the
molten scrap was kept 720°C with a constant cooling water flow of 11.4
liters/min. The first casting trial was performed at a casting speed of 56
mm/min, the second at 100 mm/min, and the third at 82 mm/min. The billet
resulting from DC casting at a casting speed of 82 mm/min was successfully
drawn to approximately ±30 mm and exhibited fewer visual defects compared to
the billets cast at speeds of 56 mm/min and 100 mm/min. The average porosity
percentage was lowest for the casting speed of 82 mm/min, at 0.82% ± 0.42. The
microstructure of all three billets was predominantly dendritic in form.
Hardness value distribution across the billets indicated that the farther the
indentation point from the billet's center, the higher the hardness value. The highest
average hardness value was recorded for the billets cast at a speed of 100
mm/min, at 3.23 GPa.
Kata Kunci : Skrap paduan Mg-Al, Daur ulang, Direct chill casting, Kecepatan pengecoran, Billet