Laporkan Masalah

Identifikasi Keberadaan Reservoar Karbonat Menggunakan Atribut Seismik Dekomposisi Spektral Pada Lapangan Aksara Cekungan Jawa Timur Utara

Hana Salsabila Yufi, Dr. Budi Eka Nurcahya, M.Si.

2024 | Tesis | S2 Ilmu Fisika

Lapangan Aksara merupakan lapangan eksplorasi hidrokarbon yang terletak di lepas pantai Cekungan Jawa Timur Utara. Sasaran formasi eksplorasi hidrokarbon pada lapangan ini adalah formasi Kujung dan Ngimbang yang didominasi oleh litologi batuan karbonat. Batuan karbonat terbentuk dari mineral kalsit dan dolomit. Batuan ini merupakan salah satu reservoar utama hidrokarbon karena memiliki porositas dan permeabilitas yang tinggi. Untuk menemukan hidrokarbon pada Lapangan Aksara, perlu dilakukan penelitian dengan metode pengolahan data yang berfokus pada keberadaan reservoar karbonat sebagai zona prospek hidrokarbon. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis atribut seismik dekomposisi spektral berbasis Continuous Wavelet Transform (CWT). Data yang digunakan adalah data seismik 3D Post Stack Time Migration di lapangan Aksara Cekungan Jawa Timur Utara, tiga data sumur bor, dan data geologi regional. Frekuensi wavelet yang digunakan adalah 15 Hz dan 20 Hz untuk frekuensi rendah, serta 45 Hz dan 50 Hz untuk frekuensi tinggi. Hasil penelitian menunjukkan zona prospek hidrokarbon diinterpretasikan dengan warna merah hingga merah muda yang memiliki rentang nilai 15000 hingga 24000 terlihat di sekitar sumur Pajang dengan kedalaman 1450 m pada struktur geologi antiklin formasi Kujung I, Kujung II, dan Ngimbang, serta di antara sumur Janggar dan Bitung pada area flank di kedalaman 1700 m pada formasi Ngimbang. Sebaran batuan karbonat pada formasi Kujung I dan Kujung II terlihat disekitar tiga sumur, sedangkan pada formasi Ngimbang sebaran karbonat sebagian besar terlihat di sekitar sumur Janggar dan sumur Pajang.

The Aksara Field is a hydrocarbon exploration field located offshore in the North East Java Basin. The target formations for hydrocarbon exploration in this field are the Kujung and Ngimbang formations, which are dominated by carbonate rock. Carbonate rocks, formed from the mineral calcite and dolomite, are major hydrocarbon reservoirs due to their high porosity and permeability. To discover hydrocarbons in Aksara Field, research needs to be conducted using data processing methods that focus on the presence of carbonate reservoirs as prospective hydrocarbon zones. The method used in this study is seismic attribute analysis of spectral decomposition based on CWT. The data used includes 3D PSTM seismic data from the Aksara Field in the North East Java Basin, three well data, and regional geological. The wavelet frequencies used are 15 Hz and 20 Hz for low frequencies, and 45 Hz and 50 Hz for high frequencies. The research results indicate that prospective hydrocarbon zones are interpreted with the color red having values between 15000 to 24000, visible around the Pajang well at a depth of 1450 meters in the anticline geological structure of Kujung I, Kujung II, and Ngimbang formations, as well as between the Janggar and Bitung wells in the flank area at a depth of 1700 meters in the Ngimbang formation. The distribution of carbonate rocks in Kujung I and Kujung II formations is visible around the three wells, while in the Ngimbang formation, the carbonate distribution is mostly visible around the Janggar and Pajang wells.

Kata Kunci : Dekomposisi spektral, Continuous Wavete Transform (CWT), Formasi Kujung dan Ngimbang.

  1. S2-2024-495341-abstract.pdf  
  2. S2-2024-495341-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-495341-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-495341-title.pdf