Pengaruh Berkumur Larutan Rebusan Kulit Kentang (Solanum tuberosum L.) Setelah Mengonsumsi Makanan Kariogenik terhadap pH Saliva (Kajian pada Mahasiswa PSHG UGM)
FAUZIAH FADIAH ARIFIN, drg. Ivan Arie Wahyudi, M. Kes., Ph. D. ; drg. Friska Ani Rahman, M.D.Sc.
2024 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN GIGI
Konsumsi makanan kariogenik menimbulkan terjadinya fermentasi glukosa makanan dan menghasilkan asam sehingga membuat rongga mulut bersuasana asam. Kulit kentang (Solanum tuberosum L.) mengandung senyawa flavonoid dan antosianin yang merupakan senyawa potensial untuk mempertahankan pH mulut dan saliva. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh berkumur larutan rebusan kulit kentang (Solanum tuberosum L.) setelah mengonsumsi makanan kariogenik terhadap pH saliva.
Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian quasi experimental dengan pretest-posttest control group design. Subjek penelitian berjumlah 33 orang dibagi menjadi 3 kelompok secara acak, masing-masing 11 orang. Kelompok perlakuan berkumur 10 ml larutan rebusan kulit kentang konsentrasi 50%, kelompok kontrol positif berkumur dengan 10 ml chlorhexidine 0,2?n kelompok kontrol negatif berkumur 10 ml akuades selama 30 detik. Derajat keasaman (pH) saliva diukur menggunakan pH meter digital. Pengukuran dilakukan pada saat sebelum mengonsumsi coklat sebagai data baseline, setelah mengonsumsi coklat dan setelah berkumur. Selanjutnya dilakukan analisis data menggunakan uji statistik One-Way ANOVA dan Post-Hoc LSD (p kurang dari 0,05).
Hasil uji statistik One-Way ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan rerata pH yang signifikan antara kelompok. Hasil uji statistik Post-Hoc LSD nilai pH antara setelah makan coklat dibandingkan setelah berkumur pada kelompok larutan rebusan kulit kentang (p sama dengan 0,004) dan kelompok akuades (p sama dengan 0,050) menunjukkan perbedaan yang signifikan (p kurang dari 0,05). Namun, tidak terdapat perbedaan rerata pH yang signifikan (p lebih dari 0,05) antara setelah makan coklat dengan setelah berkumur pada kelompok chlorhexidine. Berdasarkan uji statistik Post-Hoc LSD ditunjukkan bahwa larutan rebusan kulit kentang dan akuades belum efektif untuk meningkatkan pH saliva.
Kata Kunci : Makanan Kariogenik, Larutan Rebusan Kulit Kentang, pH Saliva