Analisis Kepuasan Bermukim pada Tingkat Kepadatan Permukiman Kampung di Kota Yogyakarta
NIDA'AN KHOFIYYA HERLIANSYAH, Ir. Agam Marsoyo, M.Sc. Ph.D.
2024 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
Perkembangan perkotaan yang semakin meningkat memberikan perubahan khususnya pada permukiman kampung di Kota Yogyakarta. Perubahan yang terjadi menimbulkan karakteristik yang berbeda pada permukiman khususnya dalam kepadatan. Munculnya dugaan bahwa permukiman di kepadatan tinggi memiliki kepuasan bermukim lebih rendah dibandingkan dengan kepadatan yang lain. Sementara kepuasan bermukim merupakan konsep multidimensional, sehingga tidak dapat dengan mudah menyimpulkan bahwa permukiman padat otomatis memiliki tingkat kepuasan bermukim yang rendah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kepuasan bermukim berdasarkan tingkat kepadatan (tinggi, sedang, rendah) permukiman kampung di Kota Yogyakarta serta mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kepuasan bermukim tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian perbandingan ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan deduktif mix-method. Unit amatan penelitian ini adalah individu atau masyarakat yang tinggal pada permukiman kepadatan tinggi (Kelurahan Pringgokusuman), Kepadatan Sedang (Kelurahan Ngupasan), dan kepadatan rendah (Kelurahan Giwangan). Pengumpulan data dilakukan secara survey lapangan dengan membagikan kuesioner dan observasi lapangan Penelitian ini mengukur dan membandingkan kepuasan bermukim berdasarkan aksesibilitas, lingkungan sosial, kualitas lingkungan, kondisi hunian, dan fasilitas hunian.Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa kepadatan rendah memiliki kepuasan bermukim paling tinggi dibandingkan dengan kepadatan tinggi dan sedang, dengan perolehan skor kepuasan bermukim mencapai 80%. Sedangkan kepadatan tinggi memperoleh skor kepuasan bermukim sebesar 71?n kepadatan sedang memperoleh skor sebesar 73%. Perolehan skor kepuasan bermukim yang tinggi pada kepadatan rendah dipengaruhi oleh empat faktor utama yaitu lingkungan sosial, kualitas lingkungan, kondisi hunian, dan fasilitas hunian.
Kata Kunci : Kepuasan Bermukim, Tingkat Kepadatan, Permukiman, Kampung Kota, Yogyakarta