Laporkan Masalah

Alih Kode dan Campur Kode pada Saluran Youtube “Kak Seulgi ??? ?????”

VANESA OLIVIA, Dr. Hwang Who Young, M.A.

2024 | Skripsi | BAHASA KOREA

Penelitian ini membahas tentang bentuk dan faktor alih kode dan campur kode. Data penelitian diambil dari kanal YouTube “Kak Seulgi ??? ?????” dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan alih kode dan campur kode dari tuturan Seulgi dan Hongsok yang terdapat pada video dalam kanal YouTube tersebut. Data yang didapat diklasifikasikan ke dalam bentuk alih kode atau campur kode sesuai dengan teori Malabar (2015). Kemudian, untuk menentukan faktor terjadinya alih kode dan campur kode, diklasifikasikan berdasarkan teori Grosjean (1982). Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. 

Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat tiga bentuk alih kode eksternal, yaitu (1) bahasa Indonesia ke bahasa Korea, (2) bahasa Korea ke bahasa Indonesia, dan (3) bahasa Korea ke bahasa Jawa, dan lima bentuk campur kode eksternal, yaitu (1) bahasa Korea dan Indonesia, (2) bahasa Indonesia dan Korea, (3) bahasa Korea dan Inggris, (4) bahasa Korea dan Jawa, dan (5) bahasa Indonesia dan Inggris. Terdapat sembilan faktor alih kode dan campur kode yang ditemukan, yaitu: (1) memenuhi kebutuhan linguistik, (2) menentukan mitra tutur, (3) mengutip seseorang, (4) menyampaikan ekspresi perasaan, (5) mengecualikan seseorang dari percakapan, (6) melanjutkan bahasa terakhir, (7) memperkuat atau menekankan, (8) menentukan keterlibatan pembicara, dan (9) memosisikan peran pembicara. Sementara itu, dalam penelitian ini tidak ditemukan faktor menandai dan menekankan identitas kelompok.

This paper discusses the forms and factors of code switching and code mixing. The research data is taken from the YouTube channel “Kak Seulgi ??? ?????”. The purpose of this study is to describe the code switching and code mixing of Seulgi and Hongsok's speech contained in the YouTube videos. The data obtained is classified into a form of code switching or code mixing according to Malabar's (2015) theory. Then to determine the factors of code switching and code mixing, it is classified based on Grosjean's theory (1982). The methodology used in this research is descriptive qualitative method.

The analysis result shows that there are three forms of external code switching, namely code switching from (1) Indonesian to Korean, (2) Korean to Indonesian, and (3) Korean to Javanese, also five forms of external code mixing were found, namely of (1) Korean and Indonesian, (2) Indonesian and Korean, (3) Korean and English, (4) Korean and Javanese, and (5) Indonesian and English. There are nine code switching and code mixing factors found, namely: (1) fulfilling linguistic needs, (2) determining the speech partner, (3) quoting someone, (4) conveying an expression of feelings, (5) excluding someone from the conversation, (6) continuing the last language, (7) reinforcing or emphasizing, (8) determining the speaker's involvement, and (9) positioning the speaker's role. Meanwhile, in this paper, the factor of marking and emphasizing group identity was not found.

Kata Kunci : bentuk alih kode dan campur kode, faktor alih kode dan campur kode, YouTuber Kak Seulgi

  1. S1-2024-459964-abstract.pdf  
  2. S1-2024-459964-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-459964-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-459964-title.pdf