Laporkan Masalah

PERUBAHAN TATA LETAK KOMPLEKS PABRIK TEH UNIT TAMBI 1943 – 2024

SHERINA DWI NOVITASARI, Mimi Savitri, S.S., M.A., Ph.D.

2024 | Skripsi | ARKEOLOGI

Tata letak pabrik penting diteliti karena dapat memperlihatkan usaha yang dilakukan demi menjalankan proses industri yang efektif dan efisien. Masing-masing industri memiliki spesifikasinya tersendiri khususnya pada industri teh. Penelitian arkeologi industri saat ini masih kurang mengkaji industri lain selain pabrik gula. Industri pabrik teh memiliki perinciannya sendiri terlebih pada pembagian tata letak pabriknya. Pabrik teh Unit Tambi berdiri sebagai pabrik teh yang telah dibudidayakan sejak masa kolonial Hindia Belanda dan masih aktif hingga saat ini menunjukkan adanya uraian khusus dalam pembagian tata letaknya. Umur hidupnya yang tidak singkat memperlihatkan bahwa tata letak kompleks pabrik senantiasa diubah untuk memperpanjang masa hidup pabrik. 

Pabrik teh Unit Tambi digunakan sebagai data penelitian ini karena umurnya yang lebih tua daripada dua unit lainnya, komponen-komponennya yang lengkap, dan pabrik ini masih aktif berproduksi. Dalam penelitian ini, data yang diperlukan dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi literatur berupa peta-peta kuno dan arsip foto udara. Data tersebut diidentifikasi dan diolah menggunakan analisis deskriptif dan keruangan skala semi makro yang mempelajari sebaran dan hubungan lokasional antara artefak-artefak dan fitur-fitur di kompleks pabrik teh Unit Tambi. Penelitian ini menghasilkan informasi bahwa perubahan-perubahan yang terjadi pada menunjukkan adanya usaha untuk mengefektifkan penggunaan lahan demi efisiensi produksi teh dan keberlangsungan hidup pabrik teh Unit Tambi. 

 

Factory layout is important to study because it can show the efforts made to run an effective and efficient industrial process. Each industry has its specifications, especially in the tea industry. Current industrial archaeology research is still lacking in studying other industries besides sugar factories. The tea factory industry has its details, especially in the division of the factory layout. The Tambi Unit tea factory established as a tea factory that has been cultivated since the Dutch East Indies colonial period and is still active today shows a special description in the division of its layout. Its short life span shows that the layout of the factory complex is constantly being changed to extend the factory's life span. 

The Tambi Unit tea factory was used as data for this study because it is older than the other two units, its components are complete, and the factory is still actively producing. In this study, the necessary data was collected through observation, interviews, and literature studies in the form of old maps and archival aerial photographs. The data were identified and processed using semi-macro-scale descriptive and spatial analysis that studied the distribution and locational relationships between artifacts and features in the Tambi Unit tea factory complex. This research yielded information that the changes that occurred in the Tambi Unit tea factory complex indicate an effort to streamline land use for production efficiency.

 

Kata Kunci : arkeologi keruangan, industri, tata letak, pabrik teh unit tambi, perubahan.

  1. S1-2024-462985-abstract.pdf  
  2. S1-2024-462985-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-462985-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-462985-title.pdf