Laporkan Masalah

PENAKSIRAN POTENSI KAYU PERKAKAS DAN KAYU BAKAR JENIS SENGON DARI LAHAN HUTAN RAKYAT SERTA KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDAPATAN PETANI (STUDI KASUS DI DESA KALIREJO, KEC. SALAMAN, MAGELANG)

DEDY RAHMANTO, Dr. Ir. Ris Hadi Purwanto M.Agr. Sc.

2006 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Pertumbuhan jumlah penduduk yang tinggi menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan pemanfaatan lahan. Pertumbuhan jumlah penduduk juga akan meningkatkan kebutuhan akan kayu, baik itu kayu perkakas, maupun kayu bakar. Keberadaan hutan rakyat bagi masyarakat desa tidak dapat diabaikan, karena masyrakat desa bergantung kepada keberadaan hutan rakyat untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, baik itu berupa kayu maupun non kayu.Tujuan dari penelitian ini adalah, 1) Menaksir potensi kayu perkakas dan kayu bakar dari lahan hutan rakyat. 2) Menghitung kontribusi hutan rakyat terhadap pendapatan petani. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kalirejo, Kee. Salaman, Kab. Magelang, Jawa Tengah. Metode yang digunakan untuk pengambilan sampel adalah proportional stratified random sampling dengan IS 10%. Data penelitian meliputi data pohon sampel, data potensi hutan dan data sosial ekonomi masyrakat, dan data pendukung lainnya yang relevan. Pengambilan data pohon sampel dilakukan dengan mengukur volume kayu perkakas dan kayu bakar dari pohon yang ditebang dan menggunakan metode stratified clip techniq, data potensi hutan diperoleh dengan pengukuran langsung di lahan hutan rakyat milik responden., data sosial-ekonomi diperoleh melalui wawancara disertai pengisian kuisioner, dan untuk data pendukung diperoleh dari instansi terkait. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh persentase rata-rata volume kayu perkakas sebesar 57,0 I%, dan 42,99% untuk volume kayu bakar dari kelima pohon sampel. Potensi kayu sengon di lahan hutan rakyat adalah sebagai berikut, volume kayu perkakas 26,382 m3/ ha dan volume kayu bakar sebesar 19,788 m3/ Ha. Pendapatan dari lahan hutan rakyat memberikan kontribusi sebesar 42,25% dari total pendapatan responden selama setahun.

The rapid increase of population caused the increase needs of land advantages. The growth of population also increase the needs of woods, either merchantable wood or fire wood. The existance of community forest, especially to farmer is very important and ignorable because farmer depend to the community forest to accomplished their needs, either woods or non woods forest product. The research has main two purposes, there are: 1) To estimate merchantable volume and fire wood potency from the community forest. 2) To calculate contribution of the community forest to farmer income. The research was done in Kalirejo Village, Salaman Sub-district, Magelang Regency, Central Java. The method is proportional stratified random sampling with sampling fraction of 10%. The research data included forest potency data, socio-economic data and relevant supporting data. The potency data was done by direct measurenment in respondent's community forest owned. Socio-economic data obtained througt interview by filling questionnaire and supporting data was obtained from related institution. The result of this research showed average of percentage merchantable volume equal 57,0 I%, and fire wood volume equal 42,99% from the tree sample. Sengon potency from the community forest describe merchantable volume equal 26,382 m3 / ha, and fire woods volume equal 19,788 m3 / ha. The income from community forest contributes 42,25% from the total income of the respondence income on one year.

Kata Kunci : Hutan Rakyat, Sengon, kayu perkakas, kayu bakar, pendapatan.

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf