Laporkan Masalah

Uji Teratogenik Jamu Antidiabetika

Hardaningsih , Drs. Imono Argo Donatus, S.U., Apt.

1990 | Skripsi | S1 FARMASI

Telah dilakukan penelitian tentang uji teratogenic R jamu antidiabetika pada tikus putih bunting (galur Wistar). Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keamanan jamu antidiabetika bila digunakan konsumen, terutama wanita hamil. Dalam penelitian ini digunakan 40 ekor hewan uji tikus betina putih (galur Wistar, umur 3-4 bulan, bobot 150-200 g, siklus menstruasinya teratur, dan masih perawan), dibagi secara acak menjadi 4 kelompok, sama banyak (10 ekor), kelompok I sebagai kontrol, dan 3 kelompok lainnya untuk perlakuan jamu antidiabetika. Selanjutnya Pada tikus kelompok I, II, III, dan IV, berturut-turut diberi tilosa 1% 0,688 g/kg BB, suspensi jamu antidiabetika R 0,172 g/kg BB (dosis I), suspensi jamu antidiabetika 0,344 g/kg BB (dosis II), suspensi jamu antidiabetika" 0,688 g/kg BB (dosis III). Perlakuan tersebut diberikan secara oral, sekali sehari, pada hari ke 6-15 masa bunting. Kriteria pengamatan efek teratogenik meliputi biometrika janin (jumlah kematian, jumlah resorpsi, bobot janin, panjang janin, dan bobot plasenta), gros morfologi (cacat bentuk luar tubuh janin), histopatologi (cacat seluler), dan sistem skeletal. Pengamatan ini dilakukan setelah masa bunting tikus diakhiri dengan bedah seisar (12- 14 jam sebelum kelahiran normal). Data biometrika janin dianalisis dengan khi kuadrat dan analisa varian satu jalan, sedang data sistem skeletal dianalisis dengan Mann- Whitney, dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jamu antidiabetika dosis 0,344 g/kg BB menimbulkan efek yang tidak diinginkan, yakni penurunan bobot janin, panjang janin, dan bobot plasenta. Selain itu juga terlihat adanya pengaruh terhadap sistem skeletal. Meskipun secara statistik penurunan tersebut menunjukkan perbedaan yang bermakna (p 0,05), tetapi secara klinis belum menunjukkan perubahan yang berarti. Oleh karena itu belum dapat disimpulkan se- R cara tegas, adanya efek teratogenik jamu antidiabetika pada janin tikus galur Wistar. Namun ada kemungkinan bahwa efek teratogenik jamu tersebut berupa kelainan sistem skeletal.Telah dilakukan penelitian tentang uji teratogenic R jamu antidiabetika pada tikus putih bunting (galur Wistar). Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keamanan jamu antidiabetika bila digunakan konsumen, terutama wanita hamil. Dalam penelitian ini digunakan 40 ekor hewan uji tikus betina putih (galur Wistar, umur 3-4 bulan, bobot 150-200 g, siklus menstruasinya teratur, dan masih perawan), dibagi secara acak menjadi 4 kelompok, sama banyak (10 ekor), kelompok I sebagai kontrol, dan 3 kelompok lainnya untuk perlakuan jamu antidiabetika. Selanjutnya Pada tikus kelompok I, II, III, dan IV, berturut-turut diberi tilosa 1% 0,688 g/kg BB, suspensi jamu antidiabetika R 0,172 g/kg BB (dosis I), suspensi jamu antidiabetika 0,344 g/kg BB (dosis II), suspensi jamu antidiabetika" 0,688 g/kg BB (dosis III). Perlakuan tersebut diberikan secara oral, sekali sehari, pada hari ke 6-15 masa bunting. Kriteria pengamatan efek teratogenik meliputi biometrika janin (jumlah kematian, jumlah resorpsi, bobot janin, panjang janin, dan bobot plasenta), gros morfologi (cacat bentuk luar tubuh janin), histopatologi (cacat seluler), dan sistem skeletal. Pengamatan ini dilakukan setelah masa bunting tikus diakhiri dengan bedah seisar (12- 14 jam sebelum kelahiran normal). Data biometrika janin dianalisis dengan khi kuadrat dan analisa varian satu jalan, sedang data sistem skeletal dianalisis dengan Mann- Whitney, dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jamu antidiabetika dosis 0,344 g/kg BB menimbulkan efek yang tidak diinginkan, yakni penurunan bobot janin, panjang janin, dan bobot plasenta. Selain itu juga terlihat adanya pengaruh terhadap sistem skeletal. Meskipun secara statistik penurunan tersebut menunjukkan perbedaan yang bermakna (p 0,05), tetapi secara klinis belum menunjukkan perubahan yang berarti. Oleh karena itu belum dapat disimpulkan se- R cara tegas, adanya efek teratogenik jamu antidiabetika pada janin tikus galur Wistar. Namun ada kemungkinan bahwa efek teratogenik jamu tersebut berupa kelainan sistem skeletal.

Kata Kunci : Antidiabetika, Jamu, Teratogenik

  1. S1-FAR-1990-Hardaningsih-abstract.pdf  
  2. S1-FAR-1990-Hardaningsih-bibliography.pdf  
  3. S1-FAR-1990-Hardaningsih-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FAR-1990-Hardaningsih-tittle.pdf