EVALUASI LUAS DAN LETAK ZONA INTI MELALUI PENDEKATAN DISTRIBUSI BANTENG (Bosjavanicus) DAN AJAG ( Cuon alpinus) DI TAMAN NASIONAL BALURAN
MADE MAHA WIDYARTHA, Dr. Satyawan Pudyatmoko, S. Hut., M.Sc.
2006 | Skripsi | S1 KEHUTANANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui distnbusi Banteng ( Bos javanicus ) dan Ajag ( Cuon alpinus ); mengevaluasi kesesuaian luas dan letak zona inti melalui pendekatan distribusi Banteng ( Bos javanicus ) dan A jag ( Cuon alpinus ); merekomendasikan zona inti yang baru dengan memakai pendekatan distribusi Banteng ( Bos javanicus ) dan Ajag ( Cuon alpinus ) di Taman Nasional Baluran. Metode yang digunakan dalam pengambilan data distribusi satwa yaitu dengan menggunakan metode line transect yaitu dengan membuat jalur - jalur di kawasan yang telah ditentukan. Pengambilan data distribusi satwa dengan menggunakan GPS. Analisis selanjutnya dilakukan dengan menginput data dari GPS ke dalam komputer. Data distribusi dari satwa tersebut di overlay kembali pada peta kawasan Taman Nasional untuk mendapatkan zona inti yang baru berdasarkan atas distribusi satwa yaitu banteng ( Bos javanicus ) dan A jag ( Cuon alpinus ). Pengolahan data dengan menggunakan program Arc View GIS 3.3. Hasil penelitian menunjukkan distribusi Banteng di Taman Nasional Baluran meliputi; Blok Bekol meliputi wilayah Barna, Curah Udang, Balanan, Asam Sabuk, Kramat, Maronggean, Ketukan Kendal, Evergreen, Savana Bekol dan Drebus; Blok Perengan meliputi wilayah Perengan, Uyahan, Savana Palongan, Savana Semiang dan Savana Popongan; Blok Bitakol meliputi wilayah Amparan, Panjaitan, Gadungan, Tanah Merah, Babatan. Daerah sebaran Ajag di Taman Nasional Baluran meliputi ; Seksi Wilayah Konservasi I Batangan meliputi daerah Palongan, Semiang, Babatan, Panjaitan, Sironto, Uyahan; Seksi Wilayah Konservasi II Bekol meliputi daerah Sumberbatu, Popongan, Manting, Drebus, Barna, Bekol, Talpat, Glengseran, Curah Uling, dan Curah Widuri; Seksi Wilayah Konservasi III Karangtekok meliputi daerah Bilik, merak, Curah Dolok, Curah Lumabang, Alas Malang, Jeding, Secang, Batu, Numpuk, Paleran dan Bunutan. Luas kawasan baru yang didapat dari sebaran satwa 3.572,245 Ha. Luasan yang tercakup dalam zona inti adalah 1.601,527 Ha, sedangkan yang belum tercakup sekitar 1.970,718 Ha. Kesesuaian luas zona inti lama sebesar 81,914 %. Luas zona inti rekomendasi dengan menambahkan luas dengan kawasan yang didapat dari distribusi Banteng dan Ajag adalah 10.897,22 Ha
This research aimed to study distribution of Banteng (Bos javanicus) and Ajag (Cuon alpinus); evaluate agreement of wide and location of main zone through Banteng (Bos javanicus) and Ajag (Cuon alpinus) distribution approach; recommend new main zone using Banteng (Bos Javanicus) and Ajag (Cuon alpinus) distribution approach in Baluran National Park. Method used in taking data of fauna distribution is line transect method, making lines in determined area. Data of fauna distribution was taken using OPS. Next analysis was done by inputting data from OPS into computer. Data of distribution of the fauna was overlaid in map of the national park are to get new main zone based on distribution of the animals. Data was processed using Arc View 01S 3.3. Result of the research indicated that distribution of Banteng in Baluran National Park include: Bekol Block covering areas of Barna, Curah Udang, Balandan, Asam Sabuk, Kramat, Maronggean, Ketukan Kendal, Evergreen, Savana Bekol and Drebus; Peregen block covering areas of Perengean, Uyahan, Savana Palngan, Savana Semiang, and Savana Popongan; BitakoL block covering areas of Amparan, Panjaitan, Gadungan, Tanah Merah, Babtab. Distribution area of Ajag in Baluran National Park includes Section of Conservation Area I Batangan covering areas of Palongan, Semiang, Babatan, Panjaitan, Sironto, Uyahan; Section of Conservation Area II Bekol covering areas of Sumber Batu, Popongan, Manting, Drebu, Barna, Bekol, Talpat, Olengesaran, Curah Uling, and Curah Widuri; and Section of Conservation Area III Karangtekok covering areas of Bilik, merak, Curah Dolok, Curah Lumabang, Alas Malang, Jeding, Secang, Batu, Numpu, Paleran and Bunutan. Wide of new area obtained from fauna distribution is 3,572.245 Ha. Area covered by this main zone is 1,601.718 ha. Agreement of old zone wide is 81.914%. Recommended new main zone with addition of area from distribution of Banteng and A jag is 10,897.22 Ha.
Kata Kunci : taman nasional, distribusi satwa, kesesuaian, zona inti, satwa.