Laporkan Masalah

Pengaruh Tipe Basis dan Kadar Zat Aktif Terhadap Pelepasan Tetrasiklin HCl dari Basis Salep Secara In Vitro

Dyah Ariyani Yuningsih , Drs. Moch. Anief, Apt; Drs. Siti SUndari, S.U, Apt.

1990 | Skripsi | S1 FARMASI

Telah dilakukan penelitian secara in vitro tentang pengaruh tipe basis dan kadar zat aktif terhadap pelepasan Tetrasiklin HC1 dari sediaan salep. Penelitian dilakukan dengan menggunakan basis absorpsi dan basis berminyak, serta kadar Tetrasiklin HC1 1%, 2% dan 3%. Sebagai metode uji pelepasan Tetrasiklin HC1 dari basis salep digunakan metode piring agar, dengan media Mueller Hinton untuk pertumbuhan kuman Staphyllococcus aureus. Hasil uji dinyatakan dalam bentuk "Potensi Relatif". Dari percobaan diperoleh hasil potensi relatif rata-rata salep Tetrasiklin HC1 1%, 2% dan 3% dalam basis absorpsi berturut-turut adalah 71,17%, 67,80%, dan 66,76%, sedang dalam basis berminyak berturut-turut 77,62%, 73,43% dan 71,89%. Kemudian dilakukan analisa statistik dengan menggunakan analisa varian dua jalan dan uji shceff, keduanya dengan a = 0,05. Ternyata pada kadar yang sama antara basis salep absorpsi dan basis salep berminyak ada perbedaan yang bermakna. Sedangkan dalam basis yang sama pada kadar yang berbeda juga menunjukkan perbedaan yang bermakna baik antara kadar 1% dan 2%, antara 1% dan 3% maupun antara 2% dan 3%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa sediaan salep Tetrasiklin HC1 dalam basis salep Berminyak baik dibanding basis salep absorpsi dan pada kadar Tetra- siklin HC1 1% masih mampu memberikan efek terapetik lebih

Kata Kunci : HCl, Tetrasiklin, Salep

  1. S1-FAR-1990-DyahArianiYuningsih-abstract.pdf  
  2. S1-FAR-1990-DyahArianiYuningsih-bibliography.pdf  
  3. S1-FAR-1990-DyahArianiYuningsih-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FAR-1990-DyahArianiYuningsih-tittle.pdf