KINERJA FINANSIAL PABRIK GONDORUKEM DAN TERPENTIN (STUDI KASUS PGT WINDUAJI KPH PEKALONGAN BARAT)
ADHE ARUM C. TYAS, Ir. Siswantoyo D., MS
2006 | Skripsi | S1 KEHUTANANMasalah finansial merupakan salah satu masalah sentral dalam suatu perusahaan di samping masalah produksi, pemasaran, dan personel. Keberhasilan Perusahaan dalam pengelolaan keuangan merupakan representasi dari kinerja perusahaan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses produksi PGT Winduaji, dan mengetahui likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas PGT Winduaji. Hasil dari penelitian ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan PGT Winduaji dalam menentukan rencana/kebijakan pabrik pada periode selanjutnya. Proses produksi diketahui dengan melakukan pengamatan langsung terhadap setiap proses yang terjadi di PGT Winduaji. Kinerja finansial dapat dianalisa melalui laporan keuangan PGT Winduaji yang berupa neraca dan laporan laba rugi dari tahun 2003 sampai 2005 dengan menggunakan analisis rasio keuangan. Rasio keuangan yang digunakan berupa rasio likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas. Rasio-rasio ini kemudian dinilai lagi berdasarkan kriteria penilaian BUMN menurut SK Menteri Keuangan RI Nomor 740/1989 untuk mengetahui apakah kondisi finansial PGT Winduaji sehat atau tidak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemasakan getah pinus menjadi gondorukem dan terpentin di PGT Winduaji menggunakan sistem destilasi bertahap. Proses ini melalui tiga tahapan perlakuan yaitu : tahap pengenceran yang diikuti dengan penyaringan, tahap pengendapan, dan tahap pemasakan. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan terhadap laporan keuangan PGT Winduaji, maka diperoleh basil likuiditas PGT Winduaji jika dilihat dari current ratio dan quick ratio pabrik berada pada kondisi finansial yang sehat sekali, jika dilihat dari cash ratio maka kondisi finansial pabrik mengalami peningkatan dari kurang sehat pada tahun 2003 menjadi sehat pada tahun 2004 dan 2005. Sedangkan dari working capital to total asset ratio maka pabrik berada pada kondisi yang tidak sehat. Berdasarkan analisis solvabilitas maka dapat disimpulkan bahwa PGT Winduaji tergolong solvabel dan berada pada kondisi finansial yang sehat sekali karena nilai solvabilitas di atas 200 %. Berdasarkan kriteria penilaian kesehatan BUMN maka dari analisis profitabilitas dapat disimpulkan bahwa PGT Winduaji dalam kondisi finansial yang sehat sekali karena nilai dari gross profit margin ratio, operating income ratio, net profit margin, operating ratio, return on investment, rate or return for the owner, dan earning power of total investment berada di atas 12 %.
Problem of financial represents one of central problems in a company beside production, marketing, and personal problems. Efficacy of a company in monetary management represents the performance of the company as a whole. The aim of this research is to find out the production process, liquidity, solvability and profitability of PGT Winduaji. It is expected that PGT Winduaji consider the result of this research in determining planning or making policies of the factory in further period. Observing each process in PGT Winduaji shows its production process. While applying the financial ratios analysis in analyzing the balance sheet and the profit and lost statement of the year 2003 - 2005 will show the financial performance. The financial ratio that is used is liquidity, solvability and profitability ratios. To find out whether or not the financial condition of PGT Winduaji is healthy the financial ratios should be assessed on the base of BUMN assessment criterion according to the decree of Minister of Finance of Republic of Indonesia number 740 / 1989. The result of this research indicates that PGT Winduaji employs the system of distillation in phases in ripening process of pine resin into turpentine and gum rosin. There are three treatment steps in the distillation system that is : thinning phase, which is followed by filtering process, sedimentation phase and ripening phase. Based on the result of analyze of the PGT Winduaji financial report, the liquidity of PGT Winduaji is extremely healthy when seen from current and quick ratios, then became unhealthy in 2003 when seen from cash ratios, and grew healthier again in the year of 2004 and 2005. But from the working capital to total asset ratios, the factory shows the unhealthy condition. Based on the solvability analysis we can draw the conclusion that PGT Winduaji is solvable and in healthy financial conditions since the index of its solvability is more than 200 percent. Based on the health assessment criterion of BUMN, the result of profitability analysis shows that PGT Winduaji financial condition is very healthy since the index of gross profit margin ratio, operating income ratio, net profit margin, operating ratio, return on investment, rate or return for the owner, and earning power of total investment is more than 12 percent.
Kata Kunci : Kinerja finansial, likuiditas, solvabilitas, profitabilitas