Laporkan Masalah

TRANSFORMASI PENGETAHUAN LOKAL DAN ILMIAH: DESAIN MITIGASI BENCANA GUNUNG MERAPI

GHEA ANISSAH TRINANDA, Arga Pribadi Imawan S.I.P, M.A.

2024 | Skripsi | ILMU PEMERINTAHAN

Tak seorang pun tahu kapan potensi bencana akan terjadi, wilayah Indonesia berada pada posisi ring of fire sehingga bencana mengenai kegunungapian menjadi suatu bencana yang pasti terjadi. Tulisan ini mencoba membawa Gunung Merapi menjadi studi kasus mengenai desain mitigasi risiko bencana Gunung Merapi, kepercayaan selama ini tertuju pada teknologi pengukur batas kritis dari magma dalam Gunung Merapi. Melihat kacamata dua produksi pengetahuan yang berproses dalam boundary work lokal dan ilmiah yang berkontestasi pada desain mitigasi, melalui suatu konstruksi awal dari Pemerintah yang mewakili pengetahuan ilmiah dan Jalin Merapi dari sisi pengetahuan lokal. Memiliki kesamaan boundary object yaitu Gunung Merapi membuat dua pengetahuan tersebut bekerja dalam konsep boundary work competitive untuk merebutkan pengaruh di masyarakat. Premis utamanya adalah bahwa ketika pengetahuan lokal dan ilmiah terintegrasi, desain mitigasi risiko dapat diwujudkan. Namun, di Indonesia, tampaknya ada kesenjangan antara pengetahuan lokal dan ilmiah. Oleh karena itu, tulisan ini mencoba menjawab pertanyaan mengenai bagaimana kontestasi antara pengetahuan lokal dan pengetahuan ilmiah terjadi dalam proses mitigasi bencana Gunung Merapi. 

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan menggunakan pendekatan studi kasus dalam proses analisis. Data dikumpulkan dari berbagai instansi terkait dan elemen masyarakat. Fokus penelitian adalah meninjau ulang pengetahuan lokal dan ilmiah dengan menekankan praktik sosial dari masing-masing instansi. Hasil penelitian ini menunjukkan transformasi pengetahuan antara pengetahuan lokal dan ilmiah dari ruang kontestasi menuju ruang konfigurasi, yang difasilitasi oleh Jalin Merapi dalam mitigasi risiko Gunung Merapi. Meskipun demikian, pengakomodasian pengetahuan lokal dalam kebijakan masih perlu ditingkatkan, menegaskan pentingnya kebijakan berbasis ilmiah yang lebih inklusif di Indonesia.


No one knows when the potential disaster will occur. Indonesia is situated within the Pacific Ring of Fire, making volcanic eruptions a certain disaster. This article attempts to delve into the case study of mitigating the risks associated with Mount Merapi, where reliance has traditionally been placed on technological instruments measuring critical magma thresholds within the volcano. Viewed through the lens of two knowledge productions processed in local boundary work and contested scientific mitigation design, a preliminary construction by the Government representing scientific knowledge and Jalin Merapi from the local knowledge perspective is presented. Both share the boundary object of Mount Merapi, causing these two knowledge systems to engage in competitive boundary work to assert influence in society. The main premise is that when local and scientific knowledge integrate, risk mitigation design can be realized. However, in Indonesia, there seems to be a gap between local and scientific knowledge. Therefore, this paper attempts to answer how the contestation between local and scientific knowledge unfolds in the process of mitigating Mount Merapi disasters.

This research utilizes a qualitative method, employing a case study approach in the analysis process. Data is collected from various relevant institutions and community elements. The research focuses on revisiting local and scientific knowledge with an emphasis on the social practices of each institution. The findings of this research  indicate a transformation of knowledge boundaries between local and scientific knowledge from a contested space to a configured space, facilitated by Jalin Merapi in the context of mitigating Mount Merapi's risk. However, the incorporation of local knowledge into policies still needs improvement, highlighting the importance of more inclusive science-based policies in Indonesia.

Kata Kunci : pengetahuan lokal, pengetahuan ilmiah, kontestasi, boundary, konstruksi.

  1. S1-2024-455871-abstract.pdf  
  2. S1-2024-455871-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-455871-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-455871-title.pdf