Laporkan Masalah

KAJIAN SOSIAL EKONOMI PETANI GULA KELAPA DI DUSUN KADIGUNUNG DESA HARGOMULYO KECAMATAN KOKAP KABUPATEN KULONPROGO

SILFIANA NUGRAHAENI, Dr. Ir. San Afri Awang, M.Sc.

2006 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Industri rumah tangga gula kelapa adalah salah satu industri yang digeluti masy a rakat pedesaan dengan memanfaatkan potensi pohon kelapa yang ditanam di tegalan dan pekarangan. Bahan baku utama dari industri gula kelapa adalah nira yang didapatkan dengan cara menyadap bunga kelapa. Penelitian tentang kaj ian sosial ekonomi petani gula kelapa bertujuan untuk mengetahui : kondisi sosial ekonomi petani gula kel apa, motivasi yang mendorong tetap eksisnya industri gula kelap a dan besarnya kontribusi pendap atan dari usaha gula kelapa terhadap pendapatan total petani. Penelitian ini dilakukan di Dusun Kadigunung Desa Hargomulyo Kecamatan Kokap Kabupaten Kulon Progo. Metode dasar dalam penelitian ini adalah survai. Pengambilan sampel untuk penelitian ini menggunakan metode Stratified Sampling. Dari 168 petani gula kelapa yang berdomisili di Kadigunung diambil 20 petani responden. Hasil dari penelitian memperlihatkan bahwa motivasi yang mendorong petani untuk mengusahakan industri rumah tangga gula kelapa adalah: I) Pekerjaan ini sudah menjadi tradisi turun temurun; 2) Ketrampilan membuat gula kelapa menjadi ciri khas tersendiri bagi wanita di Dusun Kadi gunung; 3) Industri ini tidak membutuhkan modal yang besar karena semua bahan baku dalam pembuatannya sudah tersedia di alam; dan 4) Dalam pengusahaan industri rumah tangga gula kelapa dapat dihasilkan uang cash setiap hari, sehingga perputaran uangnya lebih cepat. Kontribusi pendapatan rata - rata dari industri gula kelapa terhadap pendapatan total petani sebesar 66,89 %. Berdasarkan kriteria tingkat kesejahteraan penduduk desa yang dikemukaan oleh Sayogjo, sebagian besar keluarga petani gula kelapa di Kadigunung dinyatakan berkecukupan, dengan pendapatan lebih dari Rp.1.386.000 per kapita per tahun.

Home industry of palm sugar is a rural societies industries that exploit the potential of coconut. The coconuts are planted on dry field near the rice field and yard. The main material of this industry is 'nira' (sap of coconut palm). Nira is take from the flowers of coconuts. The aims of this research are understand about social economic condition of palm sugar farmers, the motivations of farmers to keep this industries and how much the income contribution from this industries for farmers total income. The research was carried out in Kadigunung, Hargomulyo village, Kokap sub district, Kulon Progo regency. The method was used for collecting data was stratified sampling. Takes 20 palm sugar farmers from 168 farmers as respondents. The result of this research shows that the motivations from the farmers are: 1) This industry is a tradition from their oldster. 2) Skill to make palm sugar is a special characteristic for the wamen in Kadigunung. 3) This industry doesn't need big capital because inputs easy to get from nature. 4) The cash flow from this industry are very quickly, so farmers get the cash money everyday . The average of the income contribution from this industry for farmers total income are 66,89 percent. Based on criteria of prosperity level in rural societies which suggested by Sayogjo, majority of farmers family in Kadigunung have enough to live, with per capita income more than Rp.1.386.000 per year.

Kata Kunci : Cocos nucifera, industri rumah tangga gula kelapa, kondisi sosial ekonomi petani gula kelapa

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_Content.pdf  
  4. Title.pdf